Pengadilan Israel Proses Gugatan Amnesty Soal Spyware Pegasus

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri NSO Group Omri Lavie, kiri, and Shalev Hulio. Perusahaan ini menyediakan piranti lunak untuk penyadapan bernama Pegasus. Haaretz

    Pendiri NSO Group Omri Lavie, kiri, and Shalev Hulio. Perusahaan ini menyediakan piranti lunak untuk penyadapan bernama Pegasus. Haaretz

    TEMPO.COTel Aviv – Pengadilan distrik Tel Aviv, Israel, menggelar persidangan tertutup soal gugatan lembaga pembela Hak Asasi Manusia, Amnesty International, untuk mencabut izin ekspor dari perusahaan pembuat piranti lunak mata-mata Pegasus yaitu NSO.

    Hakim Pengadilan Distrik Tel Aviv, Rachel Barkai, mengizinkan pengacara yang membela Amnesty, Itai Mack, untuk menyampaikan argumentasi hukum di ruang sidang, yang dipenuhi media dan pejabat negara, soal pentingnya persidangan ini berlangsung terbuka bagi kepentingan publik.

    “Awalnya, hakim Barkai mengatakan argumentasi hukum Mack terbuka semua untuk media dan hanya argumentasi hukum kementerian Pertahanan Israel yang tertutup,” begitu dilansir Jerusalem Post dan Ynetnews pada Kamis, 16 Januari 2020.

    Namun, pengacara yang mewakili pemerintah Israel, Sara Bilu, mengatakan itu hanya akan membuat seakan-akan pemerintah mengakui tuduhan Amnesty International soal pelanggaran HAM oleh kementerian Pertahanan dan NSO.

    “Barkai lalu membalik pernyataannya,” begitu dilasir Jpost.

    Proses persidangan kemudian berlangsung secara tertutup seharian penuh.

    Pengacara Mack mengatakan dia tidak hadir di dalam persidangan saat pengacara pemerintah menyampaikan argumentasi hukumnya.

    “Menjadi masalah serius saat kementerian terdiam saat NSO menyerang integritas Amnesty dan kementerian tidak membuat pernyataan jelas bahwa tidak akan mengizinkan NSO memata-matai aktivis HAM,” kata Mack kepada Jpost.

    Kasus ini muncul saat Amnesty mengklaim piranti lunak atau software buatan NSO yang bernama Pegasus memata-matai aktivis HAM. Ini dilakukan oleh salah satu klien NSO di luar negeri.

    Tuduhan utama terhadap NSO adalah software Pegasus digunakan pemerintah non-demokrasi untuk memata-matai jurnalis, dan para pembangkang politik. Kementerian Pertahanan dinilai gagal melakukan pengawasan semestinya.

    Mack juga mengritik NSO tidak menghadirkan CEO Shalev Hulio di persidngan.

    Menurut perwakilan Amnesty International, Gil Naveh, keputusan untuk menutup proses persidangan dan penjualan software mata-mata NSO, membahayakan demokrasi Israel. “Sangat disayangkan kami dihalangi untuk bicara,” kata Naveh. Spyware Pegasus dinilai salah satu softwar paling canggih di dunia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.