Putin Rombak Kabinet, Tunjuk Sejumlah Menteri Baru

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan PM Mikhail Mishustin (kanan). Reuters

    Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan PM Mikhail Mishustin (kanan). Reuters

    TEMPO.COMoskow – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyetujui pemerintahan baru pada Selasa, 21 Januari 2020. Dia menyebutnya sebagai pemerintahan yang berbeda dengan sebelumnya dengan merekrut wajah baru dan mempertahankan sejumlah menteri senior.

    “Tugas paling penting pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat kita dan memperkuat negara serta posisinya di dunia. Semua target ini sangat bisa dicapai,” kata Putin seperti dilansir Reuters pada Selasa, 21 Januari 2020.

    Putin melanjutkan,”Kita telah mencapai pemerintahan yang sangat seimbang. Kita punya cukup banyak orang yang bekerja di pemerintahan sebelumnya. Dan ada pembaruan besar dalam kabinet baru ini.”

    Sejumlah menteri senior yang tetap dipertahankan adalah menteri Keuangan, menteri Energi, menteri Pertanian, menteri Pertahanan, dan menteri Luar Negeri.

    Beberapa pejabat baru seperti penunjukan Andrei Belousov, yang merupakan bekas penasehat ekonomi sejak 2013 menjadi deputi Perdana Menteri pertama untuk menggantikan Anton Siluanov, yang memegang posisi itu sejak Mei 2018.

    Belousov, 60 tahun, pernah mengusulkan pada 2018 untuk mengenakan pajak kepada perusahaan tambang dan logam besar. Usulan ini tidak jadi diterapkan setelah harga saham perusahaan turun.

    Putin juga menunjuk Maxim Resehetnikov, 40 tahun, yang pernah menjadi gubernur, sebagai menteri Ekonomi baru menggantikan Maxim Oreshkin, yang menjabat hanya tiga thun.

    Putin juga menunjuk menteri Telekomunikasi baru Maksut Shadaev, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Presiden di perusahaan telekomunikasi Rostelecom milik negara.

    Menurut Abbas Gallyamov, yang pernah bekerja di pemerintahan Rusia sebagai penulis pidato, Putin mengganti sejulmah orang yang sangat tidak disukai publik.

    Ini seperti menteri Pendidikan dan deputi Perdana Menteri yang mengawasi skandal doping.

    “Dulu, Kremlin mengatakan akan menunjuk orang dan tidak peduli masyarakat suka atau tidak dengan pilihan itu,” kata Gallyamov lewat sosial media. “Sekarang logika itu berubah dan otoritas tidak ingin masyarakat merasa tidak suka.”

    Menurut Gallyamov, tidak ada perubahan arah politik yang besar dalam kabinet baru ini. “Putin menunjukkan tidak ada perubahan ideologi rezim yang substantif,” kata dia.

    Seperti dilansir Aljazeera, Putin telah menunjuk Mikhail Mishustin sebagai PM baru menggantikan Dmitry Medvedev seusai pidato kenegaraan pada pekan lalu. Mishustin merupakan bekas kepala pajak federal Rusia, yang dianggap berjasa meningkatkan pendapatan pajak negara lewat digitalisasi sistem perpajakan nasional. Namun, dia bukanlah seorang politikus yang dikenal di kalangan Kremlin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.