Apa Makna Gelar HRH Pangeran Harry yang Dicopot Kerajaan Inggris?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle akan mundur dari perannya sebagai anggota senior keluarga kerajaan Inggris dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu di Amerika Utara. Pengumuman yang disampaikan pada Rabu, 8 Januari 2020 itu diambil setelah direnungkan selama berbulan-bulan. REUTERS/Toby Melville

    Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle akan mundur dari perannya sebagai anggota senior keluarga kerajaan Inggris dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu di Amerika Utara. Pengumuman yang disampaikan pada Rabu, 8 Januari 2020 itu diambil setelah direnungkan selama berbulan-bulan. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelar HRH Pangeran Harry dan Meghan Markle dicopot mereka memutuskan mundur dari Kerajaan Inggris pada 8 Januari.

    Ini adalah langkah yang Ratu Elizabeth enggan lakukan, dan sama sekali belum pernah terjadi sebelumnya bagi seorang raja untuk meminta cucunya sendiri melepas gelar mereka. Tetapi ini dilakukan untuk mencegah prospek pasangan bangsawan tersebut menandatangani perjanjian komersial di masa depan.

    Menurut Daily Mail, Pangeran Harry dan Meghan Markle telah diizinkan untuk mempertahankan gelar HRH mereka tetapi setuju untuk tidak menggunakannya, kata Istana Buckingham.

    Kerajaan mengatakan Ratu mendukung pasangan itu, sementara Harry mengatakan hari Minggu dirinya dan Meghan tidak punya pilihan lain selain mengundurkan diri dalam pidato emosionalnya di London pada Ahad. Tidak alasan spesifik yang dibeberkan Harry.

    Namun, terlepas dari keputusan Harry, kenapa gelar "HRH" amat penting bagi Kerajaan Inggris?

    Dikutip dari CNN, 21 Januari 2020, tiga huruf itu mewakili Yang Mulia untuk menunjukkan anggota senior keluarga kerajaan.

    Sejak awal abad ke-18 sudah lazim gelar tersebut diberikan kepada putra dan cucu (dan kemudian, putri dan cucu perempuan) dari raja.

    Ratu Elizabeth II berpose seusai menyampaikan pesan Natal di Windsor Castle pada Rabu, 25 Desember 2019. Reuters

    HRH atau His Royal Highness atau Her Royal Highness, yang berarti Yang Mulia, diberikan kepada anggota kerajaan atas restu raja pada saat itu, tetapi digunakan secara bebas sampai Perang Dunia I.

    Kemudian, pada tahun 1917, George V membatasi berapa banyak bangsawan kecil yang mendapatkan gelar tersebut, pada saat ada kecurigaan publik tentang asal-usul darah Jerman dalam keturunan House of Windsor, dan akhirnya segera mengganti nama tahun itu dari House of Saxe-Coburg dan Gotha.

    Ratu Elizabeth II telah melonggarkan pedoman gelar HRH, memberikan status HRH ke sejumlah bangsawan senior.

    Meghan menerima gelar Yang Mulia The Duchess of Sussex setelah menikah dengan Pangeran Harry pada Mei 2018.

    Gelar lengkap Harry adalah Yang Mulia Duke of Sussex, Earl of Dumbarton, dan Baron Kilkeel. Tetapi pasangan itu tidak akan lagi menggunakan bagian Yang Mulia dari gelar mereka setelah kesepakatan dengan Ratu. Sebagai gantinya, mereka sepakat untuk dikenal sebagai Harry, Duke of Sussex, dan Meghan, Duchess of Sussex.

    Dalam perbedaan kecil tapi penting, itu tidak berarti gelar telah diambil , mereka hanya tidak akan menggunakannya atau menyebut diri mereka sebagai Yang Mulia, karena mereka tidak akan mewakili Ratu di masa depan. Pangeran Harry masih Pangeran Harry, dan pasangan itu masih menjadi Duke dan Duchess of Sussex.

    Perubahan akan mulai berlaku dari musim semi 2020, kata sumber kerajaan.

    Penampilan Duchess of Cambridge, Kate Middleton bersama suaminya Pangeran William dan Duchess of Sussex, Meghan Markle bersama suaminya Pangeran Harry saat menghadiri perayaan Natal kerajaan di Gereja St Mary Magdalene di Sandringham, Inggris timur, 25 Desember 2018. REUTERS/Hannah McKay

    Saat ini, anak-anak dan cucu raja secara tradisional mendapatkan gelar HRH meskipun secara historis dirahasiakan dari cucu perempuan. Gelar ini tidak berlaku untuk semua bangsawan kecil, tetapi tidak termasuk anggota keluarga seperti sepupu Ratu Pangeran Michael dari Kent, yang berada di urutan ke-48 di atas takhta.

    Tidak semua orang menerima pemberian gelar HRH. Putri Anne, putri Ratu Elizabeth, menolak gelar untuk anak-anaknya sendiri, Peter dan Zara. Berbeda dengan Pangeran Andrew, yang mengizinkan putrinya, Beatrice dan Eugenie, untuk mengenakan gelar HRH.

    Ini lebih rumit ketika menyangkut mereka yang menikah dengan keluarga kerajaan, seperti Catherine, Duchess of Cambridge dan Meghan, Duchess of Sussex.

    Keduanya dianugerahi gelar HRH oleh Ratu setelah mereka menikahi Pangeran William dan Harry. Tetapi mereka yang menikah dengan bangsawan yang tidak setinggi di garis suksesi mungkin kehilangan gelar. Jack Brooksbank, misalnya, tidak mendapatkan gelar ketika menikah dengan Eugenie, meskipun dia seorang HRH.

    Harry bukanlah yang pertama kehilangan gelar HRH. Setelah perceraiannya dengan Pangeran Charles, ibu Pangeran Harry, Diana, meminta HRH-nya dicabut. Sebaliknya, dia diberi gelar kehormatan "Diana, Princess of Wales."

    Demikian pula, Sarah Ferguson, Duchess of York, juga dicopot dari gelar Kerajaan Inggris HRH setelah perceraiannya dengan Pangeran Andrew.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.