Ronde 2 Trump Kontra Greta Thunberg Diprediksi Terjadi di Davos

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diprediksi akan bertemu dengan aktivis lingkungan hidup Greta Thunberg lagi menjelang pelaksanaan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada hari ini, Selasa, 21 Januari 2020. Terakhir kali mereka berpapasan dalam event internasional, Trump tidak menanggapi Thunberg dengan serius.

    Hingga berita ini ditulis, agenda utama Trump di WEF Davos adalah pertemuan dengan berbagai kepala negara, pebisnis, serta menjadi pembicara. Salah satunya, Ia akan memberikan sambutan kepada peserta WEF, ditemani Klaus Schwab selaku penyelenggara WEF.

    Usai memberikan sambutan, Trump memiliki tiga pertemuan bilateral. Pertamuan pertama adalah dengan Presiden Iraq, Barham Salih, yang kemudian dilanjutkan dengan PM Pakistan Imran Khan dan Presiden Kurdish Nechirvan Barzani.

    Trump diyakini akan menyinggung upaya pemakzulannya yang tengah berlangsung di AS. Di saat yang bersamaan dengan pelaksanaan WEF, Senat AS akan menyidang permohonan pemakzulan Trump yang diajukan oleh Demokrat.

    Sementara Thunberg, belum diketahui apakah ia juga akan memiliki agenda pertemuan langsung dengan berbagai pemimpin negara dan pebisnis. Meski begitu, ia dijadwalkan untuk membacakan pidatonya soal situasi masalah iklum global saat ini.

    Kepala Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, dalam pembukaan Davos, mengatakan bahwa masalah iklim akan menjadi isu panas di WEF. Sebab, kata ia, manusia sudah terlalu jauh melakukan kerusakan alam sebagai imbas dari eksploitasi sumber daya.

    "Sudah terlalu lama kita mengambil sumber daya alam dan sebagai gantinya memberikan limbah serta polusi," ujarnya menegaskan.

    Para pebisnis dan pemimpin negara di WEF diprediksi juga akan memberikan pandangan mereka soal situasi perubahan iklim yang dibawa Greta Thunberg. Namun, berbagai pihak memprediksi akan ada banyak dilema soal isu tersebut karena ekonomi global, yang lebih sering diprioritaskan, pun dalam keadaan tidak bagus.

    "IMF memotong estimasi pertumbuhan ekonomi global ke angka 3,3 persen, walau kesepakatan dagang antara AS dan Cina dianggap membawa stabilitas," sebagaimana dikutip dari France 24.

    REUTERS | FRANCE 24


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.