Trump Puji Petani di Texas, Kecam Demokrat Orang Kiri Gila

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil PM Cina, Liu He, saat akan menandatangani kesepakatan dagang tahap pertama di Gedung Putih, Rabu, 15 Januari 2020. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil PM Cina, Liu He, saat akan menandatangani kesepakatan dagang tahap pertama di Gedung Putih, Rabu, 15 Januari 2020. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.COAustin – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meyakinkan petani dan pemilik peternakan bahwa kesepakatan dagang dengan Cina akan memicu pembelian besar-besaran produk pertanian.

    Trump melambaikan salinan survei Farm Journal dengan mengatakan dia mendapatkan dukungan luas dari para petani dan peternak.

    Dia melakukan ini dalam pertemuan tahunan American Farm Bureau Federation di Austin, Texas, yang menjadi basis suara pendukung pada pemilihan Presiden 2016.

    “Kalian tetap bertarung. Anda semua selalu bersama saya. Kalian tidak pernah berpikir untuk menyerah dan kita menyelesaikannya,” kata Trump seperti dilansir Reuters pada Senin, 20 Januari 2020.

    Trump mengatakan perjanjian dagang tahap pertama dengan Cina pada Rabu pekan lalu menjadi awal pendapatan besar bagi para petani.

    Dia juga berterima kasih para petani dan peternak tetap mendukungnya setelah dia menggelontorkan dana talangan puluhan triliun kepada para produser yang terkena tarif impor oleh Cina.

    Trump juga bercerita soal sidang pemakzulan dirinya di Senat, yang akan dimulai pada Selasa.

    “Saya dimakzulkan oleh orang – orang gila radikal kiri ini. Tapi tidak apa-apa. Para petani mendukung Trump,” kata dia.

    Kesepakatan dagang tahap pertama dengan Cina ditujukan meredakan ketegangan setelah kedua negara saling balas menaikkan tarif selama 18 bulan terakhir.

    Perang dagang dua ekonomi terbesar dunia ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

    Cina menyatakan akan membeli produk pertanian tambahan senilai US$12.5 miliar atau sekitar Rp170 triliun.

    Namun, kesepakatan dagang ini menyisakan sejumlah isu tarif yang belum terselesaikan oleh AS dan Cina. Misalnya tarif 25 persen untuk impor produk industri dan komponen dari Cina senilai US$250 miliar atau sekitar Rp3.400 triliun, yang digunakan manufaktur AS. Cina juga masih menerapkan kenaikan tarif balasan untuk impor US$100 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun dari AS.

    Media Texas Tribune melansir ini merupakan kunjungan Trump ke 14 sejak menjabat Presiden pada 2017. Ini juga terjadi sehari sebelum dimulainya sidang pemakzulan Trump di Senat AS.

    “Saya senang bisa kembali ke Texas, tempat orang-orang yang dikenal tangguh, pekerja keras, loyal, patriotik seperti petani-petani AS yang luar biasa,” kata Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.