Presiden Donald Trump: Mengapa Saya Dimakzulkan?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Popularitas Presiden Trump Terpuruk

    Popularitas Presiden Trump Terpuruk

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump beberapa kali mengatakan ketidakmengertiannya mengapa dirinya menghadapi pemakzulan di Senat pekan ini. 

    "Mengapa mereka melakukan ini kepada saya? Saya tidak mengerti mengapa saya dimakzulkan," ujar sumber mengutip pertanyaan Trump kepada orang-orang di sekelilingnya saat berakhir pekan di rumahnya di Mar-a-Lago, seperti dilaporkan CNN.

    Trump pun meminta satu tim hukum yang beranggotakan pengacara-pengacara top untuk dapat tampil di televisi untuk membelanya dari pemakzulan.

    Tim hukum Trump secara formal telah memberikan tanggapan kepada Senat pada Sabtu malam, 18 Januari 2020, dengan memberikan pandangan singkat mengenai pembelaan Gedung Putih atas pemakzulan Trump.

    Senat akan memulai sidang pemakzulan Trump pada hari Selasa, 21 Januari 2020.

    Demokrat yang mengajukan pemakzulan Trump ke Senat memberikan ringkasan tentang dua alasan memakzulkan Trump, yakni penyalahgunaan jabatan dan menghambat kerja Kongres.

    "Presiden Donald J. Trump memanfaatkan kewenangan resminya untuk menekan pemerintah asing untuk mencampuri pemilu Amerika Serikat untuk kepentingan politik pribadinya, dan kemudian berusaha menutupi rencananya dengan menghalangi Kongres menyelidiki kesalahannya," tulis Demokrat.

    Menurut Demokrat, Konstitusi memberikan jalan keluar ketika presiden melakukan pelanggaran serius terhadap jabatan, yakni pemakzulan dan pencopotan.

    Senat, ujar Demokrat dalam laporan pemakzulan ke Senat, harus menggunakan dua jalan keluar itu demi melindungi pemilu AS tahun 2020, melindungi pemerintahan yang konstitusional, dan menghilangkan ancaman Presiden Trump terhadap keamanan nasional AS.

    Tim legal menolak penggunaan dua pasal yang diajukan Demokrat dan menolak penyelidikan pemakzulan yang diajukan DPR AS.

    Tim legal presiden Donald Trump mengatakan, dua pasal yang dipakai Demokrat untuk pemakzulan tidak tepat dikaitkan dengan bocornya transkrip telepon Trump dengan presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada 25 Juli 2019 dan 21 April 2019, bukan penyalahgunaan kekuasaan. Langkah itu diambil Trump untuk kepentingan nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.