Rusia: Iran Keliru Tembak Pesawat Ukraina karena Takut F-35 AS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sergei Lavrov [Reuters]

    Sergei Lavrov [Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada Jumat bahwa alasan Iran keliru menembak jatuh pesawat Ukraina karena takut adanya laporan jet tempur F-35 terbang di sekitar perbatasannya.

    "Setidaknya ada enam pesawat tempur F-35 (AS) di udara di daerah perbatasan Iran (saat itu). Informasi ini belum diverifikasi, tetapi saya ingin menggarisbawahi kegelisahan yang selalu menyertai situasi seperti itu," kata Lavrov, dikutip dari Reuters, 18 Januari 2020.

    Insiden Flight 752 Ukraina International Airlines, yang menewaskan semua 176 orang di dalamnya, telah menciptakan krisis bagi para pemimpin Republik Islam Iran yang telah menghadapi protes selama berhari-hari, setelah militer Iran mengakui tak sengaja menembak jatuh pesawat.

    Puing-puing pesawat komersial Ukraina International Airlines PS 752 berpenumpang 176 orang yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Iran Imam Khomeini, di pinggiran Teheran, Iran, 8 Januari 2020. Angkatan bersenjata Iran akhirnya mengaku telah tak sengaja menembak jatuh pesawat tersebut dikarenakan kesalahan manusia. Nazanin Tabatabaee/WANA-REUTERS

    Lavrov, berbicara pada konferensi pers tahunannya di Moskow, menyebut insiden itu sebagai kesalahan manusia dan mengatakan dia tidak berusaha memaafkan siapa pun atas apa yang terjadi.

    Namun dia mengatakan penting untuk memahami konteksnya dan bahwa insiden itu terjadi beberapa jam setelah serangan rudal Iran di pangkalan-pangkalan AS di Irak, ketika pasukan Iran bersiap untuk semacam pembalasan militer AS.

    "Ada informasi bahwa Iran mengharapkan serangan lain dari Amerika Serikat setelah serangan itu tetapi tidak tahu bagaimana bentuk serangannya," kata Lavrov.

    Reaksi dunia bercampur atas insiden tersebut. PM Kanada Justin Trudeau, yang warganya menjadi korban tewas paling banyak, menyalahkan Iran dan Donald Trump karena membuat Timur Tengah bergejolak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.