Kepolisian Inggris Memasukkan Greenpeace ke Daftar Ekstremis

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa dari kelompok lingkungan hidup, Extinction Rebellion. Sumber: REUTERS/Henry Nicholls

    Pengunjuk rasa dari kelompok lingkungan hidup, Extinction Rebellion. Sumber: REUTERS/Henry Nicholls

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Inggris memasukkan organisasi aktivis lingkungan Greenpeace, Campaign for Nuclear Disarmament, dan Extinction Rebellion ke dalam daftar kelompok ekstremisme. Ini berarti mereka digolongkan sama dengan logo swastika Nazi dan simbol SS.

    Ini terungkap dari kebocoran dokumen kepolisian yang dirancang untuk membantu upaya deradikalisasi termasuk logo lingkungan, hak-hak hewan dan kelompok-kelompok pasifis. Mereka telah didaftarkan bersama simbol terkait dengan Nazi dan kelompok teror Neo Nazi, National Action.

    Tetapi para petugas mengatakan mereka tidak percaya kelompok protes yang sah secara hukum sebagai ekstremis, sambil menambahkan bahwa dokumen itu dibuat untuk membantu polisi dan mitra mengidentifikasi dan memahami tanda-tanda dan simbol yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari mereka, seperti dikutip dari The Independent, 18 Januari 2020.

    Panduan tersebut merupakan bagian dari program Prevent, yang melatih para guru, pekerja muda dan lainnya yang bekerja dengan orang muda dan rentan untuk menemukan tanda-tanda radikalisasi. Dokumen ini pertama kali dilaporkan oleh The Guardian.

    Rilis dokumen tersebut datang hanya beberapa hari setelah terungkap Extinction Rebellion dimasukkan dalam daftar organisasi ekstremis dalam laporan kontra-terorisme regional, dengan dokumen tersebut kemudian ditarik oleh Kebijakan Penanggulangan Terorisme Tenggara.

    "Menyamakan organisasi lingkungan hidup dengan organisasi teroris tidak akan membantu memerangi terorisme. Itu hanya akan merusak reputasi petugas polisi yang bekerja keras," kata John Sauven, direktur eksekutif Greenpeace Inggris.

    Organisasi lingkungan hidup Greenpeace menyiapkan atribut berbentuk beruang kutub untuk melakukan aksi di Park Lane, London, Inggris, 29 November 2015. Aksi tersebut menyerukan tentang perubahan iklim yang sedang dibahas dalam KTT Perubahan Iklim di Paris yang akan memberikan 100% energi terbarukan masa depan. Getty Images/Chris Ratcliffe

    Kate Hudson, sekretaris jenderal Campaign for Nuclear Disarmament, menambahkan bahwa dia pikir masuknya kelompok itu dalam daftar adalah upaya berlebihan negara untuk mengancam hak keterlibatan politik dan protes damai.

    Hubungan historis antara kepolisian Inggris dan khususnya kelompok kampanye lingkungan tampak rumit. Petugas yang menyamar telah dikerahkan untuk memata-matai lebih dari 1.000 kelompok, organisasi politik dan geng, menurut laporan The Independent pada 2017.

    Tujuan dari memasukkan kelompok lingkungan hidup adalah panduan petugas untuk melindungi tempat-tempat ramai pada saat protes yang digelar kelompok.

    Dikutip dari Daily Mail, Dean Haydon, wakil asisten komisaris kepolisian mengatakan bahwa mereka tidak menganggap kelompok itu sebagai ekstrimis atau ancaman terhadap keamanan nasional.

    Meskipun demikian, kelompok-kelompok lingkungan ini muncul dalam dokumen 24 halaman yang sama dengan kelompok Neo Nazi National Front and National Action, yang keduanya dilarang karena kekerasan terorisme.

    Selain Greenpeace, kelompok lain yang masuk daftar termasuk Sea Shepherd dan Stop the Badger cull yang sebelumnya didukung oleh gitaris Queen Brian May.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.