11 Tentara AS Gegar Otak Akibat Serangan Rudal Iran

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan AS di markas Aln-al-Asad di Anbar, Irak. [AL JAZEERA]

    Pasukan AS di markas Aln-al-Asad di Anbar, Irak. [AL JAZEERA]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 11 tentara AS mengalami gejala gegar otak setelah puluhan rudal Iran menyerang markas Al Asad di Irak awal Januari lalu.

    Menurut pernyataan Komando Pusat AS seperti dilaporkan ABC News, sebanyak 10 tentara AS diterbangkan keluar dari Irak dan seorang lainnya menyusul kemudian. Delapan di antaranya dibawa ke Landstuhul, Jerman dan tiga lainnya dibawa ke Kamp Arifjan di Kuwait.

    Presiden Donald Trump dan pejabat militer AS sebelumnya mengklaim tidak ada pasukan AS yang terluka akibat serangan rudal Iran ke markas AS di Irak pada 8 Januari 2020.

    Iran merudal dua markas militer AS di Irak sebagai balasan atas serangan drone AS yang menewaskan Komandan pasukan elit Iran, Garda Revolusi Iran pada 3 Januari lalu.

    Pada saat rudal-rudal Iran menerjang kedua markas pasukan AS di Irak, sekitar 1.500 personil pasukan AS berada dalam bunker setelah mendapat peringatan untuk berlindung.

    Menurut laporan jurnalis Al Jazeera dari Washington, DC, otoritas AS menyebut gejala gegar otak 11 pasukan AS sebagai hal biasa terjadi.

    "Ledakan dari rudal-rudal itu dapat mengakibatkan gedung-gedung berguncang dan berderak sehingga dapat menyebabkan geger otak, bahkan dapat berdampak langsung bagi orang-orang di luar zona," ujar otoritas AS itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.