Perempuan India Berkendara 7 KM dengan 3 Luka Tembak di Kepala

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sumeet Kaur, berkendara sejauh 7 kilometer dalam kondisi tiga luka tembak di kepala. Sumber: Daily Ent. Xpress

    Sumeet Kaur, berkendara sejauh 7 kilometer dalam kondisi tiga luka tembak di kepala. Sumber: Daily Ent. Xpress

    TEMPO.CO, Jakarta - Sumeet Kaur, perempuan asal India membuat laporan ke polisi bahwa dia dan ibunya, Sukhbinder Kaur, telah menjadi korban penembakan yang dilakukan keponakannya karena sengketa tanah di Muktsar, Punjab, India. Yang membuat kasus ini menjadi sorotan, Sumeet, 42 tahun, mengendarai kendaraan sejauh tujuh kilometer untuk sampai di kantor polisi Punjab dalam kondisi tiga luka tembak di bagian kepalanya dan satu luka di wajahnya. 

    Sengketa perebutan tanah ini terjadi antara Sumeet, Sukhbinder melawan satu keponakan dan satu orang saudara laki-laki mereka.      

    Sumeet mengatakan keponakannya yang masih remaja menembaknya dan ibunya karena perselisihan tanah yang membuatnya marah. Keduanya selamat meskipun terluka akibat tembakan yang mengenai beberapa bagian wajah dan kepala.

    Ilustrasi senjata api. ANTARA FOTO

    Insiden penembakan terjadi di rumah mereka di sebuah desa di distrik Muktsar. Adapun terdakwa yang menembaknya merupakan siswa kelas 10. 

    Ketika sampai di kantor polisi, kedua wanita itu dirawat di rumah sakit, beruntung para dokter berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh mereka.

    Sumeet mengatakan kepada polisi bahwa saudara lelakinya Harinder Singh telah berusaha merebut tanah miliknya dan ibunya. 

    “Setelah ayah saya meninggal, ibu dan saya mendapat 16 hektar tanah. Namun kakak saya ingin merebut seluruh tanah itu,” katanya. 

    Dia juga mengatakan bahwa saudara laki-lakinya dan putranya juga pernah mencoba membunuhnya. Kepolisian India telah membuat pelaporan atas kasus dengan terduga pelaku anak laki-laki tersebut dan ayahnya.

    Galuh Kurnia Ramadhani | ndtv.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.