Indonesia Mendorong Pertumbuhan Penerbangan Langsung ke Vietnam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pesawat. Sumber: getty images/mirror.co.uk

    Ilustrasi pesawat. Sumber: getty images/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia akan terus mendukung dan melindungi outbound investment Indonesia di Vietnam dan mendorong investasi Vietnam di Indonesia. Komitmen itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi dalam pertemuan dengan Country Market Manager Traveloka Vietnam, Huynh May Thy di Ho Chi Minh City, Vietnam, Rabu, 15 Januari 2020. 

    Dalam pertemuan dengan Traveloka Vietnam itu, Menlu Retno menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong dibukanya jalur penerbangan langsung Indonesia- Vietnam oleh maskapai dari Indonesia.

    “Saya telah dan akan terus berkomunikasi dengan Menlu Vietnam untuk memfasilitasi ijin pembukaan jalur langsung tersebut bagi maskapai-maskapai Indonesia,” kata Retno.

    Pemerintah Indonesia sebelumnya turut mendorong peningkatan konektivitas udara Indonesia-Vietnam melalui pembukaan 2 (dua) jalur penerbangan langsung Ho Chi Minh City – Bali pada 2019. Pembukaan penerbangan langsung ini telah berkontribusi terhadap peningkatan jumlah wisatawan Indonesia ke Vietnam sebesar 20 persen dan jumlah wisatawan Vietnam ke Indonesia sebesar 21 persen sepanjang 2019.

    Sedangkan Traveloka dalam kesempatan itu menyampaikan terbatasnya pilihan penerbangan langsung menjadikan harga tiket masih mahal. Pembukaan jalur penerbangan langsung oleh maskapai Indonesia akan berdampak signifikan pada peningkatan arus wisatawan.

    Traveloka memulai expansinya ke beberapa negara di Asia Tenggara pada 2015 dan menjadi salah satu unicorn Indonesia yang lakukan ekspansi ke Vietnam. Traveloka masih mendominasi pasar untuk travel aplikasi online di Vietnam dengan permintaan yang tinggi untuk sektor penerbangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.