Bersama Cina, Brasil Bangun Pusat Riset Canggih di Antartika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cina membangun pusat penelitian Brasil di Antartika senilai US$ 100 juta. [SOUTH CHINA MORNING POST]

    Cina membangun pusat penelitian Brasil di Antartika senilai US$ 100 juta. [SOUTH CHINA MORNING POST]

    TEMPO.CO, Jakarta - Brasil dan Cina bekerjasama membangun pusat riset canggih di Antartika dengan nilai investasi mencapai 100 juta Dollar AS. Pusat riset tersebut dibangun oleh perusahaan Cina, CEIEC, dan berfungsi menggantikan pusat riset yang terbakar habis 7 tahun lalu.

    "Brasil kembali di Antartika dengan kekuatan lebih," ujar Menteri Pendidikan dan Teknologi Marcos Pontes di Twitter sebagaimana dikutip oleh South China Morning Post, Kamis, 16 Januari 2020.

    Pusat riset Brasil sebelumnya berdiri pada tahun 1982 ketika angkatan lautnya memulai ekspedisi ke Antartika. Namun, pada tahun 2012, sebagian besar pusat riset itu hancur oleh ledakan generator yang menewaskan dua personel angkatan laut. Kurang lebih 70 persen dari pusat riset itu tidak terselamatkan.

    Pontes menjamin insiden serupa tidak akan terulang di pusat riset yang baru. Ia mengklaim pusat riset baru, yang memiliki luas 4494 meter persegi, lebih aman dan lengkap secara infrastruktur. Adapun beberapa fasilitas yang bisa ditemukan nantinya adalah 17 lab untuk riset mikrobiologi, iklim, gletser, dan masih banyak lagi.

    Secara terpisah, professor glaciology dan polar geography dan Universitas Rio Grande, Jefferson Simoes, menyebut pembangunan pusat riset baru di Antartika adalah langkah penting untuk ilmu pengetahuan dan geopolitik. Lewat pusat riset tersebut, kata Simoes, Brasil bisa meneliti mikroorganisme laut yang di kemudian hari bisa berujung pada penemuan-penemuan penting untuk kesehatan dan agrikultur.

    "Kementerian Pendidikan dan Teknologi Brasil telah menggelontorkan 4,3 juta Dollar AS untuk kepentingan riset di Antartika selama beberapa tahun terakhir," sebagaimana dikutip dari South China Morning Post.

    SOUTH CHINA MORNING POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.