Dihantam Badai, Pesawat Aer Lingus Turbulensi Saat Mendarat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badai Brendan yang menyapu Inggris dan Irlandia telah mengganggu penerbangan pesawat Aer Lingus. Sumber: mirror.co.uk/Publicity Picture

    Badai Brendan yang menyapu Inggris dan Irlandia telah mengganggu penerbangan pesawat Aer Lingus. Sumber: mirror.co.uk/Publicity Picture

    TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang pesawat Aer Lingus mengalami pengalaman mengerikan saat burung besi yang mereka tumpangi dihantam badai Brendan. Kejadian ini terjadi pada penerbangan Aer Lingus, tujuan Amsterdam, Belanda, menuju bandara Cork, Dublin, Irlandia, yang terbang Senin pagi, 13 Januari 2020.     

    Pesawat Aer Lingus itu terbang setelah muncul peringatan badai Brendan yang bergerak dari Irlandia menuju Inggris. Sapuan badai Brendan telah mendatangkan malapetaka di penjuru Inggris. 

    Serangan badai Brendan tersebut telah memaksa pesawat Aer Lingus melakukan pendaratan di Bandara Cork, Irlandia dalam kondisi turbulensi. Beberapa penumpang menangis, bahkan ada satu orang yang pingsan.

    Upaya pendaratan pertama dibatalkan dan pilot harus berputar-putar di wilayah udara Bandara Cork selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya berhasil mendarat pada upaya kedua. Setelah upaya pertama gagal, pesawat rupanya harus menunggu penerbangan dari London untuk mendarat lebih dulu, baru giliran mereka. 

    Seorang penumpang menceritakan orang-orang di sekitarnya gugup, namun memuji staf dan pilot Aer Lingus karena menjaga penumpang tetap dalam kondisi aman. 

    “Saya sedang duduk dengan teman-teman di tempat duduk barisan akhir. Tiga teman saya gugup dan menangis setelah pesawat kami gagal mendarat. Untuk menenangkan diri, saya berfikir mungkin pesawat membutuhkan waktu 20 menit namun kemudian banyak orang mulai gugup terutama setelah seseorang pingsan dan membutuhkan oksigen,” Kata Elizabeth Meehan, 20 tahun, penumpang Aer Lingus. 

    Menurut Meehan, para staf Aer Lingus telah bersikap sangat baik kepada para penumpang. Mereka juga mampu bersikap sangat tenang. Meehan memuji pilot karena sudah mendaratkan pesawat dengan aman. 

    “Saya sudah biasa bepergian dengan pesawat, namun ini jelas penerbangan terburuk yang pernah saya alami dan itu adalah pertama kalinya saya bertepuk tangan tepat setelah kami berhasil mendarat,” kata Meehan.

    Galuh Kurnia Ramadhani | mirror.co.uk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.