Gempa di Puerto Rico Bikin Lebah Kabur dari Sarang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu bentuk sarang lebah di peternakan. Trip Advisor

    Salah satu bentuk sarang lebah di peternakan. Trip Advisor

    TEMPO.CO, San Juan -- Lebah di Puerto Rico meninggalkan sarang setelah terjadi gempa bumi beberapa kali, yang merusak koloni hewan ini.

    Gempa bumi dengan goncangan 6.4 skala Richter pada 11 Januari 2020. Goncangan ini membuat banyak sarang lebah menjadi rusak atau berubah posisi.

    Sekitar 25 persen lebah di kawasan peternakan lebah di Kota Guayanilla, yang terletak di Puerto Rico selatan, diketahui meninggalkan sarang mereka yang rusak.

    Direktur Eastern Apiculture School, Hermes Conde, mengatakan goncangan gempa merusak sarang kayu. Goncangan gempa juga membuat pola makan lebah menjadi terganggu pada musim dingin ini.

    Para peternak berharap mendapat bantuan dari Amerika Serikat berupa protein lebah dan makanan lebah lainnya untuk menyelamatkan peternakan mereka.

    Masyarakat Puerto Rico juga masih menunggu pernyataan bencana dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar bisa mendapatkan tambahan bantuan bencana.  Satu orang tewas akibat gempa ini. Saat ini, masih banyak masyarakat yang tinggal di pengungsian atau lokasi terbuka karena takut rumahnya akan roboh jika terjadi gempa lagi. 

    “Lebah-lebah mencari area yang lebih tenang. Mereka melarikan diri dari zona terdampak gempa,” kata Conde, yang kehilangan 10 dari 50 sarang lebah miliknya di Guayanilla. Dia mengaku khawatir lebih banyak lebah akan kabur jika gempa terus berlanjut.

    Gangguan terhadap lebah di Puerto Rico juga terjadi saat Badai Maria pada 2017, yang merusak sekitar 85 persen sarang lebah dan menewaskan sekitar 3.000 warga. Menurut Conde, jumlah lebah saat ini sempat kembali ke level 60 persen dari kondisi sebelum badai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.