Anjing Pelacak Cari Koala saat Kebakaran Lahan Australia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor anjing betina pelacak menjadi andalan petugas di Australia untuk mencari koala terluka akibat kebakaran lahan. Reuters

    Seekor anjing betina pelacak menjadi andalan petugas di Australia untuk mencari koala terluka akibat kebakaran lahan. Reuters

    TEMPO.COSydney – Seekor anjing di Australia menjadi andalan petugas pemadam kebakaran untuk menemukan koala dari lahan yang terbakar.

    Australia mengalami kebakaran lahan hebat sejak November 2019 dan masih berlangsung hingga ini.

    Negara bagian New South Wales dengan ibu kotanya Sydney merupakan negara bagian yang mengalami kebakaran lahan semak paling luas.

    Anjing pelacak ini bernama Taylor, 4 tahun, merupakan jenis keturunan springer spaniel Inggris.

    “Saat disebut Koala cari, Taylor akan berlarian ke area semak-semak terbakar untuk mencari koala yang terluka termasuk hewan lainnya dengan melacak bau bulu terbakar atau kotoran, yang disebut scat,” begitu dilansir Reuters pada Kamis, 16 Januari 2020.

    Anjing betina ini akan mendapatkan hadiah berupa makanan atau bola tenis untuk setiap koala dan hewan terluka akibat kebakaran yang bisa ditemukan.

    “Pada kondisi yang ideal saat udara tenang, bau tubuh hewan akan turun dan Taylor bisa menciumnya,” kata Ryan Tate, pelatih anjing ini.

    Tate mengelola Tate Animal Training Enterprises, yang memiliki spesialisasi menyediakan anjing untuk deteksi.

    Saat angin berhembus kencang, Taylor akan diminta mencari scat baru untuk mendeteksi lokasi koala.

    Koala memiliki bulu tebal dan cenderung memanjang pohon ke dahan lebih tinggi jika merasa terancam. Ini sangat merugikan hewan itu karena api menyebar cepat.

    Sebagian koala yang ditemukan Taylor telah dirawat di Rumah Sakit Port Macquarie, yang fokus merawat koala sakit.

    Kebakaran lahan di Australia ini telah menewaskan 29 orang dan menghanguskan lahan seluas Bulgaria.

    Petugas memperkirakan sekitar 30 persen lahan pohon eukaliptus terbakar di New South Wales. Pohon eukaliptus menyediakan daun untuk makanan sekaligus habitat koala.

    Pemerintah Australia telah menetapkan anggaran sekitar 50 juta dolar Australia atau sekitar Rp500 miliar untuk membantu penyelamatan hewan dan habitatnya dari efek kebakaran termasuk koala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.