Ketua Partai Demokrat Yakin Senat Setuju Batasi Wewenang Trump

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran mengikuti aksi protes untuk menentang ancaman perang dengan Iran, di London, Inggris, 11 Januari 2020. Ancaman perang muncul setelah militer AS, atas perintah Presiden Donald Trump, melakukan serangan militer di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak. REUTERS/Henry Nicholls

    Demonstran mengikuti aksi protes untuk menentang ancaman perang dengan Iran, di London, Inggris, 11 Januari 2020. Ancaman perang muncul setelah militer AS, atas perintah Presiden Donald Trump, melakukan serangan militer di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak. REUTERS/Henry Nicholls

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Senat Partai Demokrat Amerika Serikat, Chuck Schumer, optimis bisa mendapatkan suara mayoritas anggota senat Amerika Serikat yang akan menyetujui sebuah resolusi untuk mencegah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan tindakan militer lebih jauh. Jika diloloskan Senat, maka ini akan menjadi sebuah teguran bagi kebijakan Presiden Trump. 

    “Kami sangat yakin bisa mendapatkan 51 suara yang diperlukan untuk meloloskan resolusi ini. Kami akan berupaya,” kata Schumer, seperti dikutip dari reuters.com, Rabu, 15 Januari 2020. 

    Jika resolusi ini diloloskan oleh DPR Amerika Serikat dan Senat, maka resolusi ini tidak lagi membutuhkan tanda-tangan Presiden Trump untuk bisa diberlakukan meskipun politikus Partai Demokrat dan Partai Republik masih silang pendapat terkait apakah resolusi pembatasan wewenang Trump ini bersifat mengikat atau tidak. Senat Amerika Serikat dikuasai oleh politikus Partai Republik, partai yang menggolkan Presiden Trump ke kursi Presiden.  

    Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer dan Ketua DPR Nancy Pelosi berbicara kepada media bersama dengan Pemimpin Mayoritas DPR, Steny Hoyer (kiri) dan Senat Minoritas, Dick Durbin (kanan) ketika mereka meninggalkan gedung Sayap Barat setelah bertemu dengan Presiden Donald Trump tentang penutupan sebagian pemerintah AS dan permintaannya untuk dinding perbatasan di Situation Room Gedung Putih di Washington, AS, 9 Januari 2019. [REUTERS / Joshua Roberts] 

    Sebelumnya pada 9 Januari 2020, DPR Amerika Serikat mengesahkan resolusi kekuatan perang untuk membatasi wewenang Presiden Trump mengambil keputusan militer terhadap Iran.

    Resolusi Kekuatan Perang atau War Powers Resolution disahkan dengan 224 banding 194 suara, dengan mayoritas poltikus Partai Demokrat mendukung resolusi dan hampir semua Partai Republik menentang. Resolusi itu memerintahkan penghentian wewenang Trump untuk menggunakan angkatan bersenjata Amerika Serikat melawan Iran tanpa persetujuan Kongres.

    Resolusi itu sekarang sudah masuk ke Senat, yang dikendalikan oleh Partai Republik. Hubungan Iran – Amerika Serikat semakin memburuk pasca-kematian Jenderal Qassem Soleimani, Kepala Pasukan khusus Quds, Garda Revolusi Iran, dalam sebuah serangan drone Amerika Serikat. Kematian Soleimani yang dibalas Iran dengan serangan rudal ke markas militer pimpinan Amerika Serikat di Irak, dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik lebih luas di Timur Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.