Perempuan Cina Tewas Setelah Makan Nasi dan Cabai Bertahun-tahun

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perempuan Cina bernama Wu Huayan Meninggal setelah bertahun-tahun hanya makan nasi dan cabai demi menghemat biaya untuk dipakai mengobati penyakit saudara laki-lakinya. [ ASIAONE]

    Perempuan Cina bernama Wu Huayan Meninggal setelah bertahun-tahun hanya makan nasi dan cabai demi menghemat biaya untuk dipakai mengobati penyakit saudara laki-lakinya. [ ASIAONE]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wu Huayan, perempuan asal Cina akhirnya meninggal akibat hanya makan nasi dan cabai bertahun-tahun demi menghemat uang guna membayar biaya pengobatan saudara laki-lakinya.

    Wu, 24 tahun meninggal dalam perawatan di rumah sakit Guizhou pada 13 Januari 2020. Dia didiagnosa menderita kekurangan gizi akut, tubuh sangat kurus dan menderita komplikasi penyakit.

    Ibunya meninggal saat Wu berusia 4 tahun dan menyusul ayahnya saat dia berusia 18 tahun. Wu merawat saudara laki-lakinya sendirian dan kerap khawatir dengan pengobatan saudaranya yang menderita psikosis intermiten, gangguan mental.

    Wu bertahan hidup dengan dana bantuan sebesar 300 yuan atau setara dengan Rp 596 ribu setiap bulan.

    Untuk menghemat pengeluaran, Wu tidak sarapan, dan setiap hari hanya makan nasi bercampur cabai. Bahkan dia kerap hanya makan cabai.

    "Saya tidak seperti anak-anak lain yang dapat meminta kepada orang tua mereka uang lebih banyak untuk mereka gunakan. Saya tidak punya orang tua," kata Wu sebelum ajal menjemputnya, sebagaimana dilaporkan Asia One, 15 Januari 2020.

    Wu pertama kali masuk berita utama media pada Oktober 2019 setelah muncul pengumpulan dana di Internet untuk operasi katup jantung dirinya. Jumlah biaya yang dibutuhkan 20 ribu yuan.

    Wu yang berusia 23 tahun memiliki tinggi tubuh hanya 1,35 meter dan berat 21,4 kilogram.

    Sejak merasakan sakit tahun 2018, tubuhnya berangsur semakin lemah, sulit tidur, rambutnya berguguran. Awalnya dia menolak berobat ke dokter, namun temannya memaksa dia untuk berobat.

    Hasil diagnosa menyebutkan, 3 dari 4 katup jantung Wu tidak berfungsi dengan baik. Dia harus menjalani operasi.

    Setelah sejumlah organisasi melakukan pengumpulan dana tanpa sepengetahuan Wu, ternyata dia tidak dapat menjalani operasi karena masalah berat tubuh.

    Wu yang sangat bersemangat untuk bersekolah dan bercita-cita menjadi akuntan di bank, berharap tubuhnya segera pulih.

    "Saya berharap untuk secepatnya pulih. Saya harus ikut ujian tahun depan. Saya ingin mendapatkan pekerjaan dan mendapat uang dari kedua tangan saya ini," kata Wun.

    Namun perempuan Cina yang dikenal mandiri oleh teman-temannya ini, menghembuskan nafas terakhirnya dua hari lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.