Ethiopian Airlines Dihadang Gerombolan Belalang, Batal Mendarat

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Ethiopian Airlines menabrak ribuan belalang saat akan mendarat di Dire Dawa, Afrika dan pilot kemudian mengalihkan penerbangan ke Addis Ababa, Nigeria. [ALBAWABA]

    Pesawat Ethiopian Airlines menabrak ribuan belalang saat akan mendarat di Dire Dawa, Afrika dan pilot kemudian mengalihkan penerbangan ke Addis Ababa, Nigeria. [ALBAWABA]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat terbang Ethiopian Airlines terpaksa batal mendarat di Dire Dawa dan mengalihkan penerbangan ke bandara Addis Ababa, Nigeria setelah bertabrakan dengan jutaan belalang.

    Pilot pesawat sempat berusaha membersihkan kaca depan pesawat dengan wiper, namun tidak membuahkan hasil. Gerombolan belalang itu memasuki mesin pesawat dan jasadnya memenuhi bagian hidung pesawat.

    Pilot Ethiopian Airlines kemudian mengalihkan penerbangan ke bandara di Addis Ababa, ibukota Nigeria. 

    Menurut laporan Albawaba.com, awalnya pesawat melintas di antara sejumlah kecil belalang. Kemudian pesawat menabrak kumpulan belalang dalam jumlah lebih besar sehingga mengurangi jarak pandang dari jendela kokpit.

    Badan PBB untuk Makanan dan Pertanian, FAO, melaporkan Afrika Timur telah diganggu belalang gurun pasir dalam dua pekan terakhir. Gerombolan belalang mencapai 1 kilometer jauhnya dengan jumlah mencapai 80 juta belalang.

    Ethiopia, Kenya, Uganda, dan Somalia merupakan negara yang terkena dampak dari kehadiran belalang dalam jumlah besar yang diduga datang dari Yaman pada Agustus lalu. Masyarakat di negara-negara Afrika ini mengeluh belalang-belalang itu mengganggu tanaman pertanian mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.