Hong Kong Batalkan Pesta Kembang Api, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesta kembang api menghiasi Pelabuhan Victoria dan Hong Kong Convention and Exhibition Centre saat perayaan malam Tahun Baru 2019 di Hong Kong, 1 Januari 2019. REUTERS/Tyrone Siu

    Pesta kembang api menghiasi Pelabuhan Victoria dan Hong Kong Convention and Exhibition Centre saat perayaan malam Tahun Baru 2019 di Hong Kong, 1 Januari 2019. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Hong Kong - Acara khas tahun baru Cina atau Lunar New Year di Hong Kong dengan perayaan pesta kembang api dibatalkan terkait aksi protes anti-pemerintah.

    Otoritas Hong Kong mengatakan pembatalan acara yang akan berlangsung di Victoria Harbour itu terjadi karena kondisi saat ini.

    “Awalnya, acara pesta kembang api akan dilakukan pada 26 Januari 2020,” begitu dilansir South China Morning Post pada Rabu, 15 Januari 2020. Tahun baru Cina atau Imlek dimulai pada 25 Januari 2020.

    Anggota parlemen bidang turisme, Yiu Si-wing, mengatakan pemerintah merasa ada kekhawatiran gangguan keamanan jika acara itu tetap berlangsung.

    Dia mengatakan pembatalan acara besar ini setelah pembatalan acara besar lainnya tidak bagus untuk reputasi Hong Kong.

    “Jika terkait isu keselamatan maka keputusan itu bisa dipahami,” kata Yiu.

    Acara pesta kembang api ini biasanya berlangsung tiap tahun baru Cina selama sekitar 20 menit.

    Sebelumnya, pesta kembang api ini juga sempat dibatalkan pada 2018 menyusul terjadinya kecelakaan bus di Tai Po, yang menewaskan 19 nyawa dan melukai 60 orang.

    Menteri Urusan Dalam Negeri, Lau Kong-wah, mengatakan pembatalan pesta kembang api ini karena situasi terbaru.

    “Karena ada kekhawatiran keamanan publik,” kata Lau. Namun, dia mengatakan pertunjukan cahaya di Victoria Harbour dan pesta musik di Distrik Budaya Kowloon Barat tetap berlangsung.

    Demonstrasi anti-pemerintah di Hong Kong dipicu munculnya gerakan pro-Demokrasi pasca penolakan pengesahan RUU Ekstradisi. RUU itu dinilai membahayakan rakyat Hong Kong karena membuka kemungkinan warga diadili di Cina jika dianggap melanggar aturan di sana. 

    Meski RUU Ekstradisi itu sudah dicabut, warga Hong Kong masih menggelar demonstrasi menuntut penerapan sistem demokrasi secara penuh dan investigasi tindakan kekerasan polisi saat menangani demonstrasi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.