Gunung Taal di Filipina Meletus, 76 WNI Mengungsi ke KBRI

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sambaran petir di tengah erupsi Gunung Taal yang terlihat di Lipa City, Filipina, 12 Januari 2020. Cheslie Andal/via REUTERS

    Sambaran petir di tengah erupsi Gunung Taal yang terlihat di Lipa City, Filipina, 12 Januari 2020. Cheslie Andal/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Terhitung per Rabu pagi, 15 Januari 2020 sebanyak 76 WNI ditampung oleh Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina, sebagai dampak letusan gunung taal di Filipina pada Selasa malam, 14 Januari 2020. 

    Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya menjelaskan ke-76 WNI itu dalam kondisi sehat. KBRI di Manila, Filipina mengimbau agar WNI tetap waspada dan apabila terjadi kondisi darurat segera menghubungi KBRI agar segera ditangani.

    "Berdasarkan pantauan terbaru di area lokasi gunung Taal, pasokan listrik dan air bersih belum tersedia. Petugas pun masih berupaya untuk memperbaiki gardu-gardu yang rusak," tulis Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 15 Januari 2020.

    Kuda yang disewakan untuk wisatawan ditinggalkan di taman yang dipenuhi abu vulkanik akibat erupsi gunung Taal di Kota Tagaytay, Filipina, 14 Januari 2020. REUTERS/Eloisa Lopez

    Sebelumnya pada Selasa malam, lava gunung taal menyembur sekitar 800 meter ke langit. Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina segera menyarankan evakuasi warga yang tinggal dalam radius 14 km dari gunung Taal.

    Pemerintah Filipina pun telah mendesak 450.000 warganya untuk menyelamatkan diri sejak Minggu, 12 Januari 2020.

    Sekitar 50 gempa vulkanik terdeteksi dalam durasi beberapa jam. Pemerintah Filipina memperingatkan pesawat untuk menghindari area udara sekitar gunung Taal karena kondisi udara dan juga serpihan balistik dari letusan sangat berbahaya.

    independent.co.uk | Galuh Kurnia Ramadhani 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.