Laporan Human Rights Watch Sebut Cina Ancaman HAM Global

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Hong Kong berunjuk rasa membela warga etnis minoritas Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina pada Ahad, 22 Desember 2019. Reuters

    Warga Hong Kong berunjuk rasa membela warga etnis minoritas Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina pada Ahad, 22 Desember 2019. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga pembela Hak Asasi Manusia Human Rights Watch menilai pemerintah Cina menjadi ancaman global bagi perlindungan HAM.

    Lembaga yang berbasis di New York ini melansir laporan perlindungan HAM di sekitar 100 negara berjudul World Report 2020 setebal 652 halaman.

    “Pemerintah Cina dinilai melakukan serangan intensif terhadap sistem global untuk perlindungan HAM,” begitu dilansir CNN pada Rabu, 15 Januari 2020.

    Laporan ini dirilis seusai Direktur Eksekutif Human Rights Watch, Kenneth Roth, mengatakan dilarang memasuki Hong Kong oleh otoritas imigrasi tanpa alasan jelas.

    Awalnya, Roth berencana merilis laporan ini di Hong Kong, yang dilanda unjuk rasa besar-besaran sejak Juni 2019 menolak intervensi Cina dan pengesahan RUU Ekstradisi.

    “Tampaknya pemerintah Cina melihat isu HAM sebagai ancaman eksistensial. Tapi sikap mereka menolak HAM merupakan ancaman eksistensial bagi dunia,” kata Roth saat merilis laporan ini seperti dilansir media SCMP.

    Laporan HRW ini menyoroti kekhawatiran lama soal pengawasan publik menggunakan teknologi canggih dan sensor akses internet untuk meredam kritik publik.

    Laporan ini juga menyoroti penahanan sekitar satu juta warga minoritas etnis Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina, oleh otoritas setempat dengan alasan meredam terorisme. Xinjiang merupakan rumah bagi sekitar 10 juta warga Muslim dari etnis Uighur dan etnis minoritas lainnya.

    Beijing mendapat banyak kritik dari berbagai negara dan lembaga internasional soal penahanan warga Uighur ini. Beijing beralasan kamp penahanan ini sebagai kamp reedukasi, yang mengajarkan vokasi.

    Sejumlah warga yang pernah ditahan di kamp bercerita kepada CNN bahwa mereka menyaksikan tindakan penyiksaan dan cuci otak terhadap para tahanan.

    Lembaga lainnya yang merilis laporan soal ini adalah Freedom House, yang juga menyoroti gangguan terhadap sejumlah media di luar negeri.

    Soal ini pemerintah Cina membantah melakukan penyiksaan terhadap tahanan.

    “Sejumlah media mencoba mencemarkan upaya kontra-terorisme dan deradikalisasi Cina di Provinsi Xinjiang. Tapi upaya mereka tidak akan sukses,” kata Geng Shuang, juru bicara kemenlu Cina.

    Menanggapi laporan lembaga Human Rights Watch ini, seperti dilansir Reuters, pemerintah Cina mengatakan laporan itu berisi fakta keliru dan bias.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.