Trump Tak Percaya Sanders Ragukan Perempuan Jadi Presiden AS

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan tentang Iran di Grand Foyer di Gedung Putih di Washington, AS, 8 Januari 2020. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan tentang Iran di Grand Foyer di Gedung Putih di Washington, AS, 8 Januari 2020. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menanggapi perdebatan Bernie Sanders dan Elizabeth Warren soal kans perempuan menjadi Presiden AS. Menurut Trump, tidak mungkin Sanders meragukan kemampuan perempuan menjadi Presiden AS.

    "Saya tidak percaya Sanders benar mengatakan hal itu (perempuan sulit menjadi Presiden AS)," ujar Trump sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu, 15 Januari 2020.

    Trump mengakui bahwa ia tidak mengenal Sanders dengan baik. Ia bahkan menganggap Sanders sebagai kandidat yang berbahaya. Namun, Trump menegaskan dirinya cukup mengenal Sanders untuk yakin bahwa ia tidak akan meragukan kans perempuan untuk bertarung di Pemilu AS 2020.

    "Dia pria yang berbahaya, tetapi itu (meragukan kemampuan perempuan) bukan gaya dia," ujar Trump. Trump menambahkan, dirinya juga yakin perempuan bisa menang di Pemilu AS 2020.

    Dalam debat kandidat capres AS dari Partai Demokrat, Warren menuding Sanders meragukan perempuan bisa menjadi Presiden AS. Senator asal Massachusetts tersebut mengatakan bahwa dalam pertemuan tertutup, Sanders menyampaikan kepadanya kandidat perempuan akan sulit mengalahkan Trump di Pemilu AS 2020.

    Sanders membantah pernyataan tersebut di debat. Kepada penonton debat, ia memberikan klarifikasi bahwa apa yang ia sampaikan ke Warren adalah Trump seorang kandidat Presiden AS yang rasis dan seksis.

    REUTERS | POLITICO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.