Justin Trudeau Kecewa Trump Bunuh Qassem Soleimani

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, menampilkan janggut setelah liburannya di Kosta Rika, bertemu dengan para menteri dan pejabat selama pembaruan di Timur Tengah di Ottawa, Ontario, Kanada 6 Januari 2020. Adam Scotti/Prime Minister's Office/Handout via REUTERS

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, menampilkan janggut setelah liburannya di Kosta Rika, bertemu dengan para menteri dan pejabat selama pembaruan di Timur Tengah di Ottawa, Ontario, Kanada 6 Januari 2020. Adam Scotti/Prime Minister's Office/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pada Senin bahwa para korban pesawat Ukraina yang ditembak jatuh di Iran masih akan hidup jika tidak ada peningkatan ketegangan di wilayah tersebut.

    Pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad dalam serangan drone AS 3 Januari mendorong Iran untuk meluncurkan serangan rudal ke pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan AS pada 8 Januari, beberapa jam sebelum jet penumpang ditembak jatuh. Semua 176 penumpang dan awak tewas, termasuk 57 warga Kanada, menurut laporan Reuters, 14 Januari 2020.

    "Saya pikir jika tidak ada ketegangan, jika tidak ada eskalasi baru-baru ini di wilayah itu, orang-orang Kanada itu sekarang akan pulang bersama keluarga mereka," kata Trudeau dalam wawancara Global News TV.

    Trudeau mengatakan Kanada tidak menerima informasi apapun sebelum Amerika Serikat membunuh Soleimani.

    "AS membuat keputusannya. Kami berusaha untuk bekerja sebagai komunitas internasional dalam masalah besar. Tetapi kadang-kadang negara mengambil tindakan tanpa memberitahu sekutu mereka," katanya.

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menghadiri upacara mengenang para korban penerbangan Ukraina International Airlines PS-752 di Parliament Hill di Ottawa, Ontario, Kanada 9 Januari 2020. Warga Kanada mengadakan nyala lilin di Ottawa pada Kamis untuk mengenang 63 warga Kanada yang terbunuh dalam insiden penembakan pesawat di Iran. [REUTERS / Blair Gable]

    Trudeau tidak secara khusus menyebutkan nama presiden AS dalam klip wawancara yang dirilis oleh Global News TV, meski ada perdebatan di antara kaum kiri bahwa perintah Trump membunuh Jenderal Iran Qasem Soleimani adalah alasan pesawat tersebut ditembak jatuh Iran, menurut Toronto Sun.

    Ketika ditanya sebelumnya tentang kesalahan Trump dalam insiden itu, Trudeau telah mengesampingkan pertanyaan itu, dengan mengatakan itu adalah pertanyaan yang akan ditanyakan banyak orang sebelum bicara tentang kehilangan yang dirasakan oleh anggota keluarga.

    Sebelumnya pada Sabtu, hari di mana Iran mengaku menembak jatuh pesawat Ukraina, Justin Trudeau mengatakan dia sangat marah dan meminta Iran untuk bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

    "Ini adalah kecelakaan atau insiden yang benar-benar mengerikan, dan saya marah, saya kecewa, tetapi saya berkomitmen kuat untuk mendapatkan jawaban, dan kompensasi serta bantuan dan keadilan bagi para korban," kata Trudeau, dikutip dari Global News pada Sabtu.

    Saat wawancara dengan Global News TV pada Senin, Trudeau mengatakan pemerintah bekerja secepat mungkin membawa jenazah korban ke tanah air untuk dimakamkan, dan kemungkinan akan memakan waktu berminggu-minggu atau mungkin bahkan berbulan-bulan.

    Kanada mengatakan pada Senin bahwa Iran telah memberi isyarat penyelidik Kanada akan mengambil peran aktif dalam penyelidikan insiden Ukraine International Airlines, yang menurut Iran pada Sabtu tak sengaja ditembak jatuh rudal mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?