Kalah di Pemilu Inggris, Partai Buruh Bersiap Pilih Ketua Baru

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn berbicara dengan pendemo saat aksi menolak ancaman perang dengan Iran, di London, Inggris, 11 Januari 2020. REUTERS/Henry Nicholls

    Pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn berbicara dengan pendemo saat aksi menolak ancaman perang dengan Iran, di London, Inggris, 11 Januari 2020. REUTERS/Henry Nicholls

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Buruh di Inggris bersiap melakukan pemilihan ketua partai setelah Ketua Partai itu, Jeremy Corbyn gagal membawa partainya memenangkan pemilu 2019 lalu. Pemilu Inggris dimenangkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang berasa dari Partai Konservatif. 

    Dikutip dari reuters.com, anggota Partai Buruh akan melakukan pemilihan ketua partai pada 21 Februari – 2 April 2020. Hasil pemilihan dan ketua partai yang baru akan diumumkan pada 4 April 2020. Saat yang sama, Partai Buruh juga akan memimpin wakil ketua partai yang baru.

    Mahasiswa Inggris memegang bendera Inggris dan Uni Eropa di depan parlemen di Brussels, Belgia, 23 Juni 2016. REUTERS/Eric Vidal

    Ketua dan wakil Partai Buruh yang baru nantinya akan dipilih lewat protes sebuah pemungutan suara oleh anggota partai dan afiliasi partai atau mereka yang terdaftar sebagai pendukung partai. Saat ini, sudah ada enam calon ketua partai buruh yang mencalonkan diri setelah mendapat dukungan dari anggota parlemen dari Partai Buruh.   

    Keir Starmer, 57 tahun, maju dalam bursa kandidat ketua partai buruh setelah sejak Oktober 2016 dikenal sebagai juru bicara Partai Buruh untuk urusan Brexit. Starmer dipandang memiliki peran kunci dalam mendorong Partai Buruh agar dilakukan referendum kedua untuk menentukan apakah Inggris benar-benar harus keluar dari Uni Eropa. 

    Starmer akan berhadapan dengan Long-Bailey, 40 tahun, yang saat ini dipandang sebagai calon terkuat ketua Partai Buruh karena memiliki hubungan yang kuat dengan serikat buruh di Inggris, yang sangat berpengaruh pada Partai tersebut. Long-Bailey juga dikenal dekat dengan Corbyn dan senior sekutunya John McDonnell. 

    Kandidat ketiga adalah Lisa Nandy, 40 tahun, yang merupakan mantan Kepala Kebijakan Partai Buruh di Inggris untuk bidang energi dan perubahan iklim. Nandy mengatakan Partainya tidak akan relevan lagi kecuali dilakukan sejumlah perubahan mendasar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.