Trump Bersimpati ke Pendemo, Pemerintah Iran: Air Mata Buaya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran mengikuti aksi protes untuk menentang ancaman perang dengan Iran, di London, Inggris, 11 Januari 2020. Ancaman perang muncul setelah militer AS, atas perintah Presiden Donald Trump, melakukan serangan militer di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak. REUTERS/Henry Nicholls

    Demonstran mengikuti aksi protes untuk menentang ancaman perang dengan Iran, di London, Inggris, 11 Januari 2020. Ancaman perang muncul setelah militer AS, atas perintah Presiden Donald Trump, melakukan serangan militer di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak. REUTERS/Henry Nicholls

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, geleng-geleng kepala perihal tweet Presiden Donald Trump yang meminta pemerintah Iran untuk tidak memberangus pendemo Iran. Menurut Ali, cuitan Trump hanyalah simpati bualan.

    "Dia (Presiden AS Donald Trump) menitikkan air mata buaya," ujar Ali sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin, 13 Januari 2020

    Beberapa hari terakhir, pemerintah Iran menjadi sorotan pasca penembakan pesawat Ukraine International Airlines. Pemerintah Iran, secara tidak sengaja, menembakan rudal yang menewaskan 176 penumpang pesawat tersebut. Sebelumnya, Iran berkali-kali mengklaim tidak bertanggung jawab atas peristiwa itu.

    Penembakan yang terjadi memicu protes besar dari warga Iran. Pengunjuk rasa menuntut tanggung jawab dari pemerintah, bahkan hingga ke titik bahwa pemerintah lah musuh mereka yang sesungguhnya, bukan Amerika yang belum lama ini membunuh petinggi militer Iran, Qassem Soleimani.

    Aksi pengunjuk rasa dimanfaatkan Presiden AS Donald Trump untuk mendulang simpati. Lewat tweetnya, ia meminta pemerintah Iran untuk tidak memberangus pengunjuk rasa dan membiarkan media meliput demonstrasi yang berlangsung.

    Meski warga Iran tengah memprotes pemerintah, Ali yakin mereka tidak akan melupakan dosa Trump. Ia mengatakan, Trump adalah akar dari masalah yang terjadi sekarang, terutama terkait penembakan Qassem Soleimani.

    "Warga Iran akan ingat bahwa dia (Trump) lah yang membunuh jenderal (Qassem Soleimani)," ujar Ali yakin.

    REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?