Kebakaran Hutan Hanguskan Popularitas PM Australia

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.Co, Jakarta - Survey Newspoll terbaru menunjukkan popularitas PM Australia, Scott Morrison, terjun bebas akibat kebakaran besar yang terjadi di negeri kangguru. Popularitas Morisson turun sebanyak 8 point, yang terbesar sejak ia mengambil alih kepemimpinan Partai Liberal.

    Menanggapi hasil survey tersebut, Pemerintah Australia menegaskan bahwa mereka berusaha keras menangani kebakaran yang ada. "Pesan dari warga Australia sangat jelas dan keras, " ujar bendahara pemerintah Australia, Josh Frydenberg, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin, 13 Januari 2020.

    Hingga berita ini ditulis, kebakaran di Australia telah membara selama berbulan-bulan. Lahan seluas 11,2 juta hektar, kurang lebih setengah dari luas wilayah Inggris, terbakar habis. Sebanyak 2000 rumah rusak berat dan 28 orang tewas dalam peristiwa nahas itu.

    Adapun Morrison dinggap tak cekatan dalam menangani kebakaran yang terjadi. Selain lamban, ia juga membuat sejumlah keputusan buruk seperti pergi berlibur ke Hawaii di tengah-tengah masa bencana. Walau begitu, ia sudah meminta maaf atas segala kesalahannya.

    Untuk menebus kesalahannya, Morrison mengambil sejumlah langkah strategis untuk menangani kebakaran di Australia. Misalnya, ia menugaskan 3000 personil militer untuk ikut menangani kebakaran di Australia serta mengucurkan dana perbaikan sebesar 2 Miliar Dollar Australia. Namun, upaya tersebut tidak mengangkat popularitasnya ketika Newspoll melakukan survey terhadap 1.505 orang.

    Menanggapi lebih lanjut hasil survey, Frydenberg menegaskan bahwa ia sudah menangkap pesan masyarakat. Menurutnya, masyarakat ingin langkah cepat dan langsung ke inti perkara.

    "Masyarakat ingin pemerintah federal Australia mengadopsi pendekatan langsung dan tegas," ujar Frydenberg mengakhiri.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?