Irak Terancam Tak Bisa Akses Uangnya di Bank Sentral AS

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bangunan yang rusak akibat serangan udara Iran di Pangkalan Militer Al Asad di 8 Januari 2020. Iran meluncurkan sebuah serangan rudal ke pasukan Amerika Serikat yang ada di Irak. Planet/Handout via REUTERS.

    Sebuah bangunan yang rusak akibat serangan udara Iran di Pangkalan Militer Al Asad di 8 Januari 2020. Iran meluncurkan sebuah serangan rudal ke pasukan Amerika Serikat yang ada di Irak. Planet/Handout via REUTERS.

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat memperingatkan bahwa Irak akan kehilangan akses ke akun rekeningnya di Bank Sentral di New York jika menjalankan keputusan parlemen Irak untuk mengusir semua pasukan asing termasuk AS.

    Peringatan itu diterima Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi melalui saluran telefon pada hari Rabu, 8 Januari 2020.

    Parlemen Irak pada 5 Januari lalu sepakat mengusir seluruh pasukan militer asing dari negara itu termasuk pasukan AS yang diundang pada tahun 2014 untuk memberangus milisi ISIS.

    Keputusan ini dibuat setelah pasukan Angkatan Udara AS membunuh komandan pasukan elit Iran, Garda Revolusi, Jenderal Qassem Soleemani pada 4 Januari 2020.

    Menurut laporan Sputnik, 12 Januari 2020, Irak menyimpan miliaran dolar uang dari hasil pendapatan minyak di Bank Sentral AS di New York.

    Irak sama halnya dengan sejumlah negara asing, mengelola akun pemerintah di Bank Sentral di New York. Uang di Bank Sentral di New York dicairkan untuk membayar gaji pemerintah dan karyawan kontrak.

    Menurut Wall Street Journal, dana Irak yang disimpan di Bank Sentral di New York mencapai US$ 3 miliar dalam bentuk deposito.

    Peringatan itu mendapat respons dari penasehat Perdana Menteri Irak, Abd al-Hassanein al-Hanien yang mengatakan pemerintahan Trump hanya menggertak saja.

    "Jika AS melakukan itu, maka ia akan kehilangan Irak selamanya," kata al-Hainen kepada Wall Street Journal.

    Bank Sentral AS berkuasa untuk memangkas akses terhadap dana milik negara-negara yang terkena sanksi atau melanggar undang-undang AS.

    Pemerintahan presiden Donald Trump menyatakan kecewa atas putusan parlemen Irak yang mengusir pasukan AS dari negara itu. AS mengancam akan menjatuhkan sanksi yang belum pernah ada jika putusan itu direalisasikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.