Intrusi Air Laut, Air Minum Keran di Bangkok Terasa Asin

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kapal menyusur sungai Chao Praya, saat upacara terakhir penobatan Raja Maha Vajiralongkorn Thailand, di Bangkok, Thailand, 12 Desember 2019. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Sejumlah kapal menyusur sungai Chao Praya, saat upacara terakhir penobatan Raja Maha Vajiralongkorn Thailand, di Bangkok, Thailand, 12 Desember 2019. REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO, Jakarta - Air minum keran di Bangkok, ibukota Thailand kini terasa asin akibat intrusi air laut ke dalam sungai Chao Phraya yang menjadi sumber air minum.

    Menurut pakar iklim, peristiwa ini terjadi dipicu oleh musim panas yang semakin buruk dan peningkatan level air laut sehingga meningkatkan kadar garam.

    Menurut laporan Reuters, otoritas Thailand mengatasi masalah air asin pada air minum keran di Bangkok dengan membawa air minum menggunakan truk ke sejumlah tempat di Bangkok.

    Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha pekan ini meminta warga untuk menghemat air dengan mempersingkat mandi.

    Musim panas di Thailand dimulai pada November hingga April. Namun, tahun ini otoritas negara itu memperkirakan musim panas akan berlanjut hingga Juni. Kekeringan parah telah diumumkan di 14 provinsi.

    Menurut Suppakorn Chinvanno, pakar iklim di Universitas Chulalongkorn, Bangkok musim panas yang telah memperburuk intrusi air laut akan berdampak besar bagi pertanian dan kesehatan karena air minum sudah terkontaminasi air laut yang asin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.