Unjuk Rasa Ribuan Orang Tuntut Ayatollah Ali Khamenei Mundur

Puing-puing pesawat komersial Ukraina International Airlines PS 752 berpenumpang 176 orang yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Iran Imam Khomeini, di pinggiran Teheran, Iran, 8 Januari 2020. Angkatan bersenjata Iran akhirnya mengaku telah tak sengaja menembak jatuh pesawat tersebut dikarenakan kesalahan manusia. Nazanin Tabatabaee/WANA-REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan pengunjuk rasa anti pemerintah Iran menuntut pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei mundur dan mereka yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Ukraina International Airlines yang menewaskan 176 orang dituntut secara hukum.

"Diktator hancur," teriakan beberapa pengunjuk rasa sebagaimana dilaporkan CNN, 11 Januari 2020.

"Khamenei memalukan. Keluar dari negara ini," teriak pengunjuk rasa dalam rekaman video tentang unjuk rasa itu.

Para pengunjuk rasa menggelar aksinya di luar kampus Amir Kabir yang berdekatan dengan bekas Kedutaan Amerika Serikat di Teheran.

Mereka mengecam jatuhnya pesawat Ukraina International Airlines nomor penerbangan 752 yang terbang dari Teheran menuju Kiev, Ukraina pada Rabu pekan lalu.

Rudal Iran dilaporkan secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina. Pemerintah Iran telah menyatakan permintaan maaf atas peristiwa itu.

"Republik Islam Iran sangat menyesal pada kesalahan ini. Duka dan dua untuk semua keluarga yang berduka," kata Presiden Hassan Rouhani.

Penembakan pesawat komersial Ukraina International Airlines terjadi hanya beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal-rudalnya ke pangkalan militer AS di Irak sebagai balasan atas serangan AS terhadap iring-iringan mobil yang membawa Komandan Pasukan Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassem Soleimani pada Jumat dini hari, 4 Januari 2020. Soleimani tewas.






Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

10 jam lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Ukraina Temukan Lagi Dua Kuburan Massal di Izium

13 jam lalu

Ukraina Temukan Lagi Dua Kuburan Massal di Izium

Volodymyr Zelensky mengkonfirmasi telah ditemukan lagi dua situs kuburan massal yang berisi mayat ratusan orang di kota timur laut Izium.


Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

13 jam lalu

Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

Melalui Twitter, Pemerintah Ukraina membagikan video dengan konten polisi Rusia yang memukuli dan menangkap orang-orang yang memprotes pemanggilan tersebut.


Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

14 jam lalu

Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

Kazakhstan tidak akan mengakui kemungkinan pencaplokan wilayah timur Ukraina oleh Rusia melalui referendum, meski mereka merupakan mitra Moskow


Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

14 jam lalu

Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjanjikan perlindungan penuh atas wilayah Ukraina yang dicaplok melalui referendum yang dinilai Barat ilegal


Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

15 jam lalu

Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina telah menerima sistem pertahanan udara NASAMS yang canggih dari Amerika Serikat.


Aliansi Sayap Kanan Menang Pemilu, Italia Dikuasai Konservatif

17 jam lalu

Aliansi Sayap Kanan Menang Pemilu, Italia Dikuasai Konservatif

Hasil pemilu di Italia ini, bagaimanapun, tetap akan membunyikan lonceng alarm Eropa dan pasar keuangan.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

20 jam lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

21 jam lalu

Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

Sedikitnya 100 orang ditahan karena protes menentang mobilisasi parsial di Dagestan, wilayah selatan Rusia yang penduduknya mayoritas Muslim


Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

21 jam lalu

Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

Rusia berjanji memperbaiki kesalahan dalam pemanggilan mobilisasi wajib militer ke Ukraina, setelah sejumlah lansia dan orang sakit dipanggil bertugas