Seorang Guru di Sydney Diberhentikan Usai Pesta, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pelecehan Seksual. govexec.com

    Ilustrasi Pelecehan Seksual. govexec.com

    TEMPO.CO, Sydney - Seorang guru sekolah dasar di Sydney, New South Wales, Australia, diberhentikan setelah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap mitra kerjanya saat berlangsung pesta Natal di area pelabuhan.

    Guru bernama Wendy Dighton, yang telah mengajar selama 14 tahun itu, mengajar di Sekolah Umum Riverstone di Sydney barat laut.

    “Dighton menghadiri acara pesta itu bersama sekitar 60 orang staf dan guru pada Desember 2017,” begitu dilansir News pada Ahad, 12 Januari 2019.

    Menurut laporan ke polisi, Dighton dituding melakukan kontak seksual dengan seorang staf guru perempuan lainnya tanpa izin seusai pesta. Insiden ini sempat dilaporkan ke polisi meski kemudian dicabut.

    Namun, ada insiden lain yang terjadi pada Juni 2018 saat Dighton dianggap melakukan kontak fisik bersifat seksual dengan seorang staf guru pria. Ini terjadi pesta sedang memutar lagu Macarena.

    Staf guru pria itu merasa malu karena itu terjadi di depan istrinya, yang juga ikut dalam pesta. Seorang kepala sekolah mengaku menjadi saksi bahwa insiden itu terjadi.

    Dighton juga dikabarkan sempat menanggalkan pakaian saat berada di apartemen bersama sejumlah guru seusai pesta. Dia disebut mencium pipi dan leher seorang guru perempuan.

    Guru perempuan ini mengaku merasa sangat terkejut dan bingung dengan kejadian itu.

    Soal tuduhan ini, tim penasehat hukum Dighton menyebut mayoritas tuduhan adalah palsu dan bohong. Namun, Dighton mengaku sempat menanggalkan pakaian di depan staf guru lainya selama tiga menit.

    Komisioner John Murphy dari NSW Industrial Relations Commission menolak keberatan Dighton, yang mengajukan keberatan. Media Sydney Morning Herald melansir Dighton mempertimbangkan untuk mengajukan banding soal ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.