Amerika Puji Kemenangan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, Cina?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden baru Taiwan, Tsai Ing-wen menghadiri upacara pelantikannya di Istana Kepresidenan di Taipei, Taiwan, 20 Mei 2016. Tsai dipilih menjadi Presiden Taiwan di saat hubungan negeri itu dengan China terus memburuk. REUTERS

    Presiden baru Taiwan, Tsai Ing-wen menghadiri upacara pelantikannya di Istana Kepresidenan di Taipei, Taiwan, 20 Mei 2016. Tsai dipilih menjadi Presiden Taiwan di saat hubungan negeri itu dengan China terus memburuk. REUTERS

    TEMPO.COWashington – Pemerintah Amerika Serikat mengucapkan selamat atas kemenangan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, dalam pemilihan umum yang berlangsung pada Sabtu, 11 Januari 2019.

    Washington menyebut kemenangan Tsai ini sebagai bentuk sistem demokrasi yang kokoh. Tsai memenangkan 57  persen suara dengan rivalnya Han Kuo-yu dari Partai Kuomintang hanya mengantongi 39 persen suara.

    “Di bawah kepemimpinannya, kami berharap Taiwan akan terus menjadi contoh bagi negara-negara yang berjuang untuk demokrasi, kesejahteraan dan jalur yang lebih baik bagi rakyatnya,” begitu pernyataan dari kemenlu AS seperti dilansir Channel News Asia pada Ahad, 12 Januari 2019.

    AS memuji kerja sama Tsai selama ini dan komitmennya menjaga stabilitas lintas selat dengan Cina di tengah tekanan yang terus berlangsung.

    Pemerintah AS menilai Taiwan telah mengembangkan sistem ekonomi terbuka dan masyarakat sipil yang kuat. Ini menjadi contoh bagi negara-negar di kawasan Indo-Pasifik dan kekuatan positif bagi dunia.

    Media resmi Cina melansir pernyataan dari Kantor Urusan Taiwan yang menyatakan Beijing menolak setiap upaya pemisahan diri untuk kemerdekaan.

    Juru bicara Ma Xiaoguang mengatakan lewat media Xinhua bahwa Beijing terus menjunjung prinsip dasar reunifikasi damai dan satu negara dengan dua sistem serta prinsip satu Cina.

    “Kami siap bekerja sama dengan para kompatriot dari Taiwan untuk mempromosikan hubungan damai dan memajukan proses menuju reunifikasi damai dengan Tanah Air,” kata Ma.

    Juru bicara Kemenlu Cina, Geng Shuang, mengatakan komunitas internasional akan memahami dan mendukung alasan rakyat Cina untuk menolak aktivitas pemisahan diri yang berujung kemerdekaan Taiwan untuk mewujudkan reunifikasi nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?