Najib Razak Akui Pernah Berkomunikasi dengan Jho Low

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Malaysia meninggalkan gedung Pengadilan Tinggi Kuala Lumpurdi Malaysia, 15 Agustus 2019. REUTERS/Lim Huey Teng

    Mantan Perdana Menteri Malaysia meninggalkan gedung Pengadilan Tinggi Kuala Lumpurdi Malaysia, 15 Agustus 2019. REUTERS/Lim Huey Teng

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di persidangan pada Kamis, 9 Januari 2020, mengakui dia pernah melakukan kontak dengan buronan Low Taek Jho atau yang dipanggil Jho Low. Kontak itu dilakukan beberapa kali terkait lalu-lintas transaksi rekening bank pribadinya di AmBank. 

    Dikutip dari asiaone.com, di persidangan Najib dikonfirmasi pula oleh jaksa penuntut Datuk V. Sithambaram terkait ketarangan yang pernah diberikanya pada 9 Juni 2019. Najib ditanyai mengenai percakapan antara manajer AmBank, Joanna Yu dengan Jho Low via BlackBerry Messenger (BBM) pada 2014 silam.

    Najib Razak. REUTERS

    Percakapan BBM itu rupanya terkait saldo akhir Najib di rekening pribadinya, dimana inti pembicaraan itu untuk memastikan ada cukup uang bagi Najib untuk menerbitkan uang cek. 

    “Sangat jelas Jho Low memastikan bawah Anda (Najib) punya cukup uang untuk menerbitkan uang cek. Apakah itu betul? Dari rangkaian transaksi ini dan beberapa kali pembicaraan, Jho Low memverifikasi rekening (pribadi Najib) ke bank untuk memastikan Anda (Najib) memiliki cukup uang untuk menggunakan kartu kredit. Benarkan?,” tanya Sithambaram kepada Najib di persidangan, dimana pertanyaan itu dijawab ‘ya’ oleh Najib. 

    Najib saat ini menghadapi tujuh dakwaan, dimana tiga diantaranya adalah penyalah gunaan kepercayaan, satu dakwaan penyalah-gunaan kekuasaan dan tiga dakwaan pencucian uang yang melibatkan dana milik SRC International Sdn Bhd dengan total RM 42 juta atau Rp 81 miliar. Sidang sesi dengar kasus Najib ini akan dilanjutkan pada 20 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.