Iran Tak Sengaja Tembak Pesawat Ukraina karena Cemas Agresi AS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berada dekat serpihan pesawat Ukraina International Airlines PS 752 yang jatuh usai take off dari bandara Internasional Imam Khomeini di pinggiran Tehran, Iran, 8 Januari 2020. Dari 176 orang di pesawat, korban terdiri dari 82 orang Iran, 63 orang Kanada dan 11 orang Ukraina. social media video via REUTERS

    Petugas berada dekat serpihan pesawat Ukraina International Airlines PS 752 yang jatuh usai take off dari bandara Internasional Imam Khomeini di pinggiran Tehran, Iran, 8 Januari 2020. Dari 176 orang di pesawat, korban terdiri dari 82 orang Iran, 63 orang Kanada dan 11 orang Ukraina. social media video via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa jam setelah serangan rudal Iran di Irak, pesawat sipil Ukraina dari Ukraine International Airlines Flight 752, dilaporkan jatuh pada Rabu tak lama setelah lepas landas dari Imam Khomeini Airport menuju Kiev, Ukraina.

    Setelah mengatakan pesawat jatuh karena masalah mekanis, Iran akhirnya mengakui tak sengaja menembak jatuh pesawat sipil yang menewaskan 176 penumpang dan kru.

    "Beberapa jam setelah operasi rudal di Irak, penerbangan militer AS di sekitar perbatasan Iran meningkat dan pejabat militer Iran melaporkan melihat target udara yang datang ke pusat-pusat strategis Iran," menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, seperti dikutip dari CNN, 11 Januari 2020.

    Militer Iran menambahkan, sejumlah pusat pertahanan di sekitar Iran melaporkan peningkatan aktivitas radar yang menyebabkan sensitivitas tinggi di pusat pertahanan udara Iran. "Di bawah kondisi sensitif dan krusial seperti itu, Penerbangan International Airlines Ukraina 752 lepas landas dari Bandara Imam Khomeini dan sementara dalam rotasi, pesawat mendekati pusat militer IRGC yang sensitif pada kondisi ketinggian dan penerbangan yang menyerupai penargetan musuh."

    Di tengah situasi itu, pesawat tak sengaja tertembak, tulis pernyataan militer Iran, menyesalkan bahwa serangan itu menyebabkan korban meninggal dari warga Iran dan asing.

    Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada Sabtu bahwa penyelidikan Angkatan Bersenjata Iran telah menyimpulkan bahwa rudal yang ditembakkan "karena kesalahan manusia" menyebabkan jatuhnya pesawat Ukraina.

    Rouhani meminta maaf kepada keluarga korban dan menyesalkan insiden ini. "Investigasi (dan) penuntutan atas tragedi hebat ini terus berlanjut (dan) saya menyampaikan kesalahan yang tak termaafkan," kata Rouhani di akun Twitter resminya.

    Di Twitter, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyampaikan belasungkawan kepada keluarga korban dan menyesalkan insiden ini. "Kesalahan manusia pada saat krisis yang disebabkan oleh petualangan AS menyebabkan bencana," tulis Zarif.

    Kemudian, kantor Kepresidenan Iran menyampaikan pernyataan tertulis, menyebut ancaman dan intimidasi Amerika Serikat membuat militer Iran bersiaga atas kemungkinan serangan udara. Namun, tulis pernyataan, kesiagaan ini menyebabkan korban tewas orang tak bersalah.

    "Republik Islam Iran sangat menyesal dengan kesalahan yang mengerikan ini, dan saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga para korban insiden tragis ini atas nama Republik Islam Iran."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.