Iran Akui Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina dengan Rudal

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam foto yang dirilis oleh situs web resmi kantor Kepresidenan Iran, Presiden Hassan Rouhani memimpin rapat kabinet di Teheran, Iran, Rabu, 8 Mei 2019.[CNN]

    Dalam foto yang dirilis oleh situs web resmi kantor Kepresidenan Iran, Presiden Hassan Rouhani memimpin rapat kabinet di Teheran, Iran, Rabu, 8 Mei 2019.[CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran pada Sabtu mengaku mereka keliru menembak jatuh pesawat sipil maskapai Ukraine International Airlines dengan rudal, yang menewaskan 176 penumpang dan awaknya pada Rabu kemarin.

    Dalam pernyataan resminya, militer Iran mengatakan pihaknya tak sengaja menembak pesawat karena pesawat itu terlacak radar dan ketakutan akan serangan Amerika Serikat, menurut laporan CNN, 11 Januari 2020.

    "Republik Islam Iran sangat menyesali kesalahan yang menghancurkan ini. Simpati dan doa saya tujukan kepada semua keluarga yang berkabung," kata Presiden Iran Hassan Rouhani.

    Ukrainian Airlines Flight 752 jatuh Rabu setelah lepas landas dari bandara Teheran. Kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS sebagai balasan atas serangan pesawat drone di bandara Baghdad yang menewaskan komandan Iran Qassem Soleimani.

    Setelah operasi rudal di Irak, penerbangan militer AS di sekitar perbatasan Iran meningkat dan pejabat militer Iran melaporkan melihat target udara menuju pusat-pusat strategis, menurut sebuah pernyataan markas besar angkatan bersenjata Iran.

    "Pesawat itu mendekati pusat militer IRGC yang sensitif di ketinggian dan kondisi penerbangan yang menyerupai penargetan yang bermusuhan. Dalam keadaan ini, pesawat itu tidak sengaja tertembak, yang sayangnya mengakibatkan kematian banyak warga Iran dan warga asing," kata pernyataan itu.

    Petugas berada dekat serpihan pesawat Ukraina International Airlines PS 752 yang jatuh usai take off dari bandara Internasional Imam Khomeini di pinggiran Tehran, Iran, 8 Januari 2020. Dari 176 orang di pesawat, korban terdiri dari 82 orang Iran, 63 orang Kanada dan 11 orang Ukraina. social media video via REUTERS

    Para korban termasuk 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afganistan, tiga warga Jerman dan tiga warga negara Inggris.

    "Kesalahan manusia pada saat krisis yang disebabkan oleh petualangan AS menyebabkan bencana," Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mentweet.

    Di media sosial, warga Iran mulai mengungkapkan kemarahan terhadap militer segera setelah pengumuman, banyak dari mereka menggunakan istilah "balas dendam paling keras," yang telah berulang kali dijanjikan para pejabat setelah serangan pesawat drone Amerika yang menewaskan Mayjen Qassim Suleimani, seorang Komandan Pengawal Revolusi yang kuat, minggu lalu.

    "Mereka seharusnya membalas dendam keras terhadap Amerika, bukan rakyat," tulis Mojtaba Fathi, seorang jurnalis, dikutip dari New York Times.

    Bunga dan lilin ditempatkan di depan potret sembilan awak pesawat dari pesawat Ukraina International Airlines Boeing 737-800 yang jatuh di Iran, pada peringatan di bandara Internasional Boryspil di luar Kiev, Ukraina 8 Januari 2020. Maskapai Ukraina ini menyebut pesawat yang jatuh tersebut merupakan pesawat terbaik dengan awak yang luar biasa. REUTERS/Valentyn Ogirenko

    Pernyataan militer Iran mengatakan pesawat itu "mengambil posisi terbang dan ketinggian target musuh" ketika mendekati pangkalan Korps Garda Revolusi Iran. Dikatakan bahwa "dalam keadaan ini, karena kesalahan manusia," pesawat itu "diserang".

    Militer Iran mengatakan akan melakukan reformasi besar dalam operasi semua angkatan bersenjata untuk memastikan bahwa kesalahan seperti itu tidak pernah terjadi lagi. Dikatakan pejabat Garda Revolusi Iran telah diperintahkan untuk tampil di media pemerintah dan memberikan publik penjelasan lengkap.

    Sementara Presiden Hassan Rouhani mengatakan dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya pada hari Sabtu bahwa mereka yang bertanggung jawab menjatuhkan pesawat akan dituntut.

    "Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi semua penyebab dan akar dari tragedi ini dan menuntut para pelaku kesalahan yang tak termaafkan ini dan memberi tahu rakyat Iran dan keluarga para korban yang terhormat tentang hal itu," kata Rouhani.

    "Penting juga untuk mengadopsi pengaturan yang diperlukan dan langkah-langkah untuk mengatasi kelemahan sistem pertahanan negara untuk memastikan bencana seperti itu tidak pernah terulang," tambahnya.

    Departemen Luar Negeri AS belum memberikan komentar segera pada Jumat malam tentang pengakuan Iran sampai laporan ini dirilis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.