AS Bunuh Jenderal Soleimani, ISIS Jadi Pemenang

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Mosul meninggalkan rumahnya setelah daerahnya diserang ISIS. [Yunus Kele/Anadolu Agency]

    Warga Mosul meninggalkan rumahnya setelah daerahnya diserang ISIS. [Yunus Kele/Anadolu Agency]

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi teror internasional, ISIS menyambut kematian pemimpin Garda Revolusi Iran, Jenderal Quasse Soleimani dengan menyebut peristiwa itu sebagai campur tangan ilahi untuk mempersatukan kembali milisi itu. 

    Melalui surat kabar mingguan ISIS, al-Naba yang dikutip BBC menyatakan, saat musuh-musuh organisasi teror internasional ini berkelahi satu sama lain, menghabiskan energi dan sumber daya , ISIS mengambil kesempatan untuk bersatu kembali.

    Jenderal Soleiman disebut sebagai arsitek dari operasi proksinya memukul keluar ISIS dari Irak dan Suriah.

    Orang nomor dua terkuat di Iran ini yang mengumumkan tentang kemenangan pasukan proksinya mengusir ISIS dari negara-negara sekutu Iran.

    Operasi rahasia militer AS membunuh Jenderal Soleimani, menurut Dan Yergin, Ketua IHS Markit kepada CNBC, justru memenangkan ISIS.

    "Karena koalisi antara Amerika Serikat dan Iran sepertinya tidak mungkin... mendorong ISIS kembali. Pasukan AS keluar, di satu sisi adalah kabar baik bagi Iran... tapi itu juga kabar baik bagi ISIS," kata Yergin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.