Sedih Bekepanjangan, Ibu di Inggris Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helene Beauchamp, kiri, bunuh diri setelah menemukan putranya gantung diri. Sumber: mirror.co.uk

    Helene Beauchamp, kiri, bunuh diri setelah menemukan putranya gantung diri. Sumber: mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Helene Beauchamp, 46 tahun, seorang ibu bekerja, bunuh diri empat bulan setelah putranya, James, 16 tahun, gantung diri di rumah mereka. Sebelum bunuh diri, Beauchamp diketahui bersusah-payah mengatasi kesedihan pasca-kematian James. 

    Beauchamp adalah seorang pejabat eksekutif di sebuah media di Inggris. Sedangkan James, seorang penari balet yang pernah tampil di West End.  

    Kepada teman-temannya, Beauchamp mengatakan dia merasa tidak punya apa-apa untuk bertahan hidup setelah James ditemukan bunuh diri. Beauchamp yang merasa putus asa sempat mencoba upaya bunuh diri pada hari kematian anaknya. 

    Kesedihan yang amat dalam dan upaya bunuh diri, telah membuat Beauchamp dirawat di rumah sakit jiwa. 

    Beauchamp dan James sempat tinggal terpisah, namun mereka akhirnya bisa tinggal satu atap di sebuah rumah keluarga di Tring, Herts, Inggris. Sayang, di rumah itu pula Beauchamp menemukan putranya gantung diri 5 Desember 2018. 

    Beauchamp gencar menulis status di Twitter ketika James mengikuti pertandingan balet, yang tampil dalam The Nutcracker klasik pada Desember 2015 di teater Her Majesty di West End, London. Kemesraan ibu – anak itu berakhir ketika James memilih mengakhiri hidupnya. Tidak dipublikasi alasan putra Beauchamp mengambil langkah itu. 

    Beauchamp dilarikan ke rumah sakit di Basingstoke saat ditemukan sedang melakukan percobaan bunuh diri, namun dia meninggal lima hari kemudian atau pada 15 April 2019. Kepergian Beauchamp ke alam akhirat telah membuat teman-teman kerjanya berduka. 

    Sikap Beauchamp memicu kekhawatiran ketika dia mengatakan dia ingin dimakamkan pada hari yang sama dengan James wafat. Sebab Beauchamp merasa tidak mempunyai apa-apa lagi untuk melanjutkan hidup. Bagi Beauchamp, hidupnya hanya dia dan anaknya. Seorang petugas mendengar omongan Beauchamp ini sehari setelah pemakaman James. 

    Alexander Langford, seorang konsultan psikiater di The Whiteleaf Centre, Aylesbury, tempat Beauchamp dirawat, mengatakan pada persidangan bahwa Beauchamp dirawat pihaknya dua kali. Di persidangan, Langford dicecar pertanyaan apakah stafnya pernah melontarkan komentar yang tidak pantas pada Beauchamp. 

    Staf Langford diduga pernah mengatakan pada Beauchamp bahwa dia masih muda dan masih bisa punya anak lagi dan sudah rencana Tuhan James meninggal. Pernyataan itu dianggap tidak pantas, untuk menenangkan Beauchamp yang sedang terpukul. 

    “Itu komentar yang menjijikkan. Staf perempuan itu bukan bawahan saya, saya akan lebih tegas dengannya. Jelas itu komentar yang tidak pantas.” Jawab Langford. 

    Meskipun Beauchamp dianggap memiliki risiko bunuh diri yang tinggi, dia dipulangkan dari tempatnya dirawat pada 27 Maret 2019. Hal ini mendorong dilakukan penyelidikan oleh otoritas berwenang, khususnya terkait ucapan staf yang dinilai kurang pantas.  

    Sebelum bunuh diri dan dinyatakan meninggal pada 15 April 2019, Beauchamp menulis surat perpisahan yang berisi permohonan maaf kepada keluarga dan teman-temannya. Setelah apa yang terjadi pada James, dia sangat sadar bahwa dia membuat keluarganya sakit. 

    Dalam suratnya, dia mengatakan perjalanannya keluar dari dunia ini sudah direncanakan dan jelas itu merupakan tulisan perpisahan terakhir bagi yang dia cintai.

    Salah satu sahabat menceritakan Beauchamp pernah mengatakan padanya satu-satunya tujuan hidupnya adalah menjadi ibu bagi James dan putra yang dicintai itu sudah tidak ada lagi sehingga dia sedih menatap masa depan tanpa James.

    Beauchamp yang sangat berduka dan tertekan dinyatakan meninggal bunuh diri. Kasusnya baru dibuka ke publik pada 10 Januari 2020.  

    Jangan remehkan depresi. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri di Indonesia, bisa menghubungi : Yayasan Pulih (021) 78842580

      

    mirror.co.uk | Galuh Kurnia Ramadhani 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.