Warga Dukung Pangeran Harry dan Meghan Tinggalkan Kerajaan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry berharap bisa memulai kehidupan yang mandiri secara finansial dan membentuk acara amal baru, sambil melanjutkan beberapa tugas kerajaan. Dengan mundurnya pasangan ini, keduanya tidak akan menerima The Sovereign Grant, yaitu pendanaan bagi keluarga kerajaan, termasuk di dalamnya biaya yang terkait dengan tempat tinggal dan tempat kerja. REUTERS/Phil Noble

    Pangeran Harry berharap bisa memulai kehidupan yang mandiri secara finansial dan membentuk acara amal baru, sambil melanjutkan beberapa tugas kerajaan. Dengan mundurnya pasangan ini, keduanya tidak akan menerima The Sovereign Grant, yaitu pendanaan bagi keluarga kerajaan, termasuk di dalamnya biaya yang terkait dengan tempat tinggal dan tempat kerja. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.Co, Jakarta - Sikap warga Inggris bertolak belakang dengan keluarga kerajaan. Alih-alih mengutuk keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle meninggalkan kerajaan, mereka malah mendukung. Beberapa di antara mereka menganggap Harry dan Meghan Markle mengambil keputusan tepat.

    "Melihat bagaimana perlakuan media Inggris terhadap keduanya, saya rasa keduanya mengambil keputusan yang tepat," ujar Bobby Locke, pemilik bar di pusat kota London, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat, 10 Januari 2020 waktu Indonesia.

    Ketika keduanya masih menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Inggris, Harry dan Meghan memang kerap diburu paparazzi. Harry, misalnya, menjadi buruan pers karena gaya hidupnya yang bebas dan bertolak belakang dengan citra Kerajaan Inggris.

    Locke menambahkan, keputusan anggota Kerajaan Inggris untuk 'minggat' juga bukan hal baru. Hal tersebut sudah terjadi beberapa kali dan biasanya untuk alasan yang personal.

    Sebelum Harry, salah satu Pangeran Inggris yang memutuskan untuk minggat adalah Pangeran Edward VIII, Pati dari Windsor. Pangeran Edward mengejutkan keluarganya ketika dirinya memutuskan keluar dari kerajaan demi menikahi Wallis Simpson pada 1936. Wallis adalah janda asal Amerika yang dianggap Kerajaan Inggris tidak memiliki kualitas untuk menjadi seorang ratu.

    "Di sisi lain, mereka yang minggat adalah mereka yang menginginkan kebebasan, mereka yang lahir di kerajaan namun tidak mampu menjadi raja," ujar Locke. Sebelum Pangeran William menikah dan memiliki anak, Harry berada di urutan ketiga pemegang tahta Kerajaan Inggris. Namun, dengan lahirnya ketiga anak William, otomatis posisi Harry turun ke urutan keenam.

    Hal senada disampaikan oleh Zach Nur, seorang tour guide di Inggris. Ia memuji keputusan Harry meninggalkan Kerajaan dan menurutnya Harry akan bertahan. "Dia orang yang baik dan terbuka, jauh lebih terbuka dibandingkan William," ujar Zach yang berharap Harry dan Meghan Markle memutuskan untuk tetap menetap di Inggris.

    Sementara itu, konsultan asal Skotlandia, Tom Flannigan, berharap keluarga kerajaan lain bisa meniru langkah Pangeran Harry. Di matanya, Harry adalah contoh baik di mana anggota keluarga kerajaan tidak ingin lagi bergantung pada kekayaan monarki.

    "Tentu aku mengingkan ada calon penerus di kerajaan. Tetapi, untuk anggota keluarga lainnya, mereka harus belajar untuk mencari uang mereka sendiri," ujarnya mengakhiri.

    REUTERS 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.