Ikuti Teknologi, Biksu di Thailand Kirim Doa Lewat Video Call

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biksu di Thailand sekarang mengikuti perkembangan zaman. Bisa memberikan restu via video call dan sedekah dikirim via delivery order. Sumber: Facebook/asiaone.com

    Biksu di Thailand sekarang mengikuti perkembangan zaman. Bisa memberikan restu via video call dan sedekah dikirim via delivery order. Sumber: Facebook/asiaone.com

    TEMPO.CO, JakartaTeknologi digital telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari taksi online, makanan siap antar hingga layanan petugas pembersih rumah yang siap dipanggil lewat aplikasi. Kondisi ini telah mendorong seorang biksu di Kota Trang wilayah selatan Thailand untuk beradaptasi dengan perubahan di dunia ini.

    Dikutip dari asiaone.com, biksu Phra Itthiyawathaya, siap memberikan restu via video call kepada siap pun yang berdonasi melalui aplikasi Foodpanda ke vihara tempatnya mengabdi. 

    “Dunia berputar cepat dan dharma juga berputar di hati kita,” tulis Phra di Facebook.   

    Ilustrasi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Dalam unggahannya, Phra membagikan kutipan bahwa restu jarak jauh masih sesuai aturan, tidak melenceng dari kitab suci. Dia menekankan, metode boleh berubah, tetapi niat tetap sama. 

    Unggahan Phra itu disambut positif oleh Lamyong Thiengtham, 63 tahun, dimana dia mungkin akan mengirimkan makanan lewat layanan pesan antar (delivery order) lalu meminta restu via video call karena karena dia sibuk bekerja sehingga tak punya waktu untuk datang ke kuil. 

    “Biasanya saya suka mengunjungi kuil, namun saya rasa metode ini cukup nyaman dan baru. Jadi saya mencobanya,” kata Lamyong.

    Teknologi bagi spiritualitas bukan hal yang langka lagi. Di ponsel, orang bisa dengan mudah membagikan gambar-gambar lambang doa kepada teman atau anggota keluarga.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.