Pesawat Ukraina Jatuh, Penumpang Terbanyak Warga Iran dan Kanada

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serpihan pesawat Ukraina Airlines yang jatuh terbakar di dekat Teheran, Iran yang menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat pada Rabu, 8 Januari 2020. [CNN]

    Serpihan pesawat Ukraina Airlines yang jatuh terbakar di dekat Teheran, Iran yang menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat pada Rabu, 8 Januari 2020. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari 168 penumpang pesawat Ukraina yang jatuh terbakar di dekat kota Teheran, Rabu, 8 Januari 2020 sebanyak 83 penumpang merupakan warga Iran dan 63 lainnya warga Kanada.

    Selebihnya terdiri dari 3 warga Inggris, 11 Ukraina, 10 Swedia, 4 Afganistan, dan 4 warga Jerman.

    Semua penumpang ini tewas dalam kecelakaan saat pesawat tipe Boeing 737 itu lepas landas dari bandara Imam Khomeini internasional di Teheran.

    Kecelakaan pesawat ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah sembilan rudal milik Iran menghantam dua pangkalan militer AS di Irak sebagai balasan atas kematian pemimpin pasukan elit Garda Revolusi Iran, jenderal Qassem Soleimani pekan lalu.

    Menurut Kedutaan Ukraina untuk Iran, pesawat itu mengalami masalah gangguan mesin dan bukan aksi terorisme. Namun kemudian pernyataan itu dihapus.

    Beberapa pejabat Iran menjelaskan, pilot kehilangan kendali terhadap pesawat setelah api membakar salah satu mesin pesawat. Namun, awak pesawat tidak melaporkan situasi darurat dan tidak mengatakan penyebab munculnya api.

    Perusahaan mesin jet CMP Prancis mengatakan, spekulasi mengenai kegagalan teknis merupakan prematur.

    Menurut laporan Daily Mail, pemberangkatan pesawat sempat tertunda hampir satu jam lamanya.

    Sementara organisasi penerbangan sipil Teheran Iran menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan kotak hitam pesawat Ukraina yang jatuh ke Boeing. Iran belum secara jelas menyebutkan ke negara mana kotak hitam pesawat Ukraina itu akan diberikan guna dilakukan analisa data dari dalam kotak hitam itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.