9 Negara Bereaksi Atas Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera Iran di IAEA. Sumber: REUTERS/Leonhard Foeger/usnews.com

    Ilustrasi bendera Iran di IAEA. Sumber: REUTERS/Leonhard Foeger/usnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan rudal Iran ke setidaknya dua pangkalan militer pimpinan Amerika Serikat di Irak, deras menuai reaksi negara-negara di dunia. Serangan itu terkait kematian Qassem Soleimani, Kepala pasukan khusus Quds Garda Revolusi Iran pada 3 Januari 2020, yang terbunuh dalam serangan drone Amerika Serikat di Irak.   

    Berikut adalah reaksi dunia atas serangan balas dendam Iran seperti dikutip dari aljazeera.com, Rabu, 3 Januari 2020:

    1. Inggris 

    Inggris mengutuk serangan rudal Iran. Sebab pangkalan militer yang diserang Iran merupakan pangkalan militer yang menjadi markas pasukan yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan di dalamnya termasuk personil dari Inggris.

    Pemerintah Inggris pun mendesak Iran untuk tidak mengulangi perbuatan sembrono dan berbahaya ini.

    2. Irak

    Irak telah menjadi lokasi jatuhnya rudal-rudal yang ditembakkan Iran.

    “Irak menjadi sasaran pagi ini, 8 Januari 2020 antara pukul 01.45 dini hari dan 02.45 pagi. Kami dibombardir oleh 22 rudal, 17 rudal jatuh di pangkalan udara Ain al- Asad termasuk dua yang tidak meledak. Semua jatuh di markas koalisi dan tidak ada pasukan Irak yang menjadi korban,” tulis militer Irak mengabarkan kondisi terkini.

    3. Jepang

    Jepang mendesak pemerintah Iran dan Amerika Serikat untuk sama-sama meredakan ketegangan yang tengah terjadi pasca serangan rudal tersebut. Jepang akan berkoordinasi dengan pemerintah terkait untuk memastikan keselamatan warga negaranya di wilayah tersebut.

    Jepang juga akan mendesak semua negara terkait untuk mengupayakan kesepakatan diplomatik terbaik.

    4. Australia

    Menyusul serangan tersebut, perdana Menteri Australia Scott Morison mengatakan pihaknya mengacu pada pembunuhan Soleimani, yang menurutnya Amerika Serikat telah mengambil tindakan yang menempatkan kenpentingan mereka dalam risiko dan ancaman yang besar.

    5. Filipina

    Pemerintah Filipina lebih berfokus terhadap warga negaranya yang menjadi tenaga kerja di Irak. Juru bicara Filipina di Irak menyerukan evakuasi wajib sejak status siaga di berlakukan di Irak.

    6. Pakistan

    Pemerintah Pakistan sendiri telah menerbitkan pernyataan untuk warganya yang berencana mengunjungi Irak agar melakukan kehati-hatian maksimum. Sedangkan untuk warganya yang sudah berada di Irak disarankan untuk tetap berhubungan dengan kedutaan besar Pakistan.

    7. Denmark

    Malalui unggahan di twitter Angkatan Bersenjata Denmark mengatakan tidak ada tentara Denmark yang terbunuh. Denmark sendiri memiliki 130 tentara yang bertugas di pangkalan itu sebagai bagian dari koalisi internasional yang memerangi negara Islam di Irak dan Suriah.

    8. India

    Pemerintah India telah menyarankan warga negaranya untuk menghindari perjalanan ke Irak sampai adanya himbauan lebih lanjut. Sedangkan untuk warga negara yang sudah berada disana dihimbau untuk waspada dan menghindari perjalanan jarak jauh untuk sementara waktu.

    9. Selandia Baru

    Pejabat perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters, menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya perseteruan antara Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya ini adalah saat yang tepat untuk menahan diri dan mengurangi eskalasi dan untuk mengambil alih diplomasi.

    Galuh Kurnia Ramadhani

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.