Dikira Mencuri, Anak Ini Berjualan untuk Uang Saku Tambahan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dikira mencuri, Qaiser Rifqi Martin ternyata bekerja sampingan menjual belalang. Sumber: Facebook/Hasmi Samsuddin/asiaone.com

    Dikira mencuri, Qaiser Rifqi Martin ternyata bekerja sampingan menjual belalang. Sumber: Facebook/Hasmi Samsuddin/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sementara anak-anak lain sibuk mempelajari ilmu bahasa dasar dan matematika mereka di sekolah, Qaiser Rifqi Martin, 7 tahun, menghabiskan waktunya di sekolah bukan hanya untuk belajar, namun juga mencari uang saku tambahan lewat kerja sampingan.

    Ibu Qaiser, Hasmi Samsuddin, 35 tahun, yang tinggal di Sabah, Malaysia, mengunggah ke Facebook pada 3 Januari 2020 kisah tentang anaknya. Dalam unggahan itu Hasmi menceritakan curiga saat Qaiser kembali dari hari kedua sekolahnya dan langsung meminta celengannya.  

    Setelah ditelusuri lebih lanjut, Hasmi menemukan bahwa uang saku RM2 atau sekitar Rp 6 ribu yang ia berikan padanya pagi itu sudah naik dua kali lipat menjadi RM4.

    Hasmi pun langsung curiga kalau Qaiser telah mencuri uang. Namun Qaiser membantah tuduhan Ibunya itu dan mengatakan uang itu hasil penjualan belalang yang dilakukannya kepada teman-temannya.

    Tetapi itu tidak cukup untuk menghindarkannya dari pukulan keras dari ibunya karena menghabiskan waktunya di sekolah untuk menjual belalang alih-alih belajar.

    Hasmi terkejut melihat reaksi dari natizen yang tertawa dan memuji Qaiser karena kecerdikannya. Beberapa bahkan menceritakan pengalaman mereka menjual berbagai macam pernak-pernik selama masa sekolah mereka.

    “Bu ... anak Anda pintar. Dia suatu hari akan menjadi jutawan. Jangan hentikan dia, Bu. Biarkan dia. Saya suka anak-anak seperti ini yang berani berbisnis. Sangat lucu. Jangan marah padanya,” tulis salah satu komentar. 

    asiaone.com - Galuh Kurnia Ramadhani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.