Pasukan Rudal Iran Siaga Tinggi Sejak Kematian Qassem Soleimani

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudal jelajah buatan Iran yang dinamai Hoveizeh dipajang dalam peringatan pameran hari Revolusi Iran 1979. Sumber: Reuters

    Rudal jelajah buatan Iran yang dinamai Hoveizeh dipajang dalam peringatan pameran hari Revolusi Iran 1979. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat Amerika Serikat mengatakan pasukan rudal Iran sudah siaga tinggi di seluruh wilayah Iran sejak kematian Jenderal Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani.

    Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, tidak memberikan rincian lebih lanjut atau mengatakan apakah rudal Iran membidik target tertentu, di tengah ancaman Iran atas pembalasan serangan drone AS pekan lalu yang menewaskan seorang jenderal top Iran.

    "Mereka jelas-jelas berada dalam kondisi siaga tinggi. Apakah keadaan siaga yang tinggi itu dipersiapkan dengan lebih baik untuk pertahanan atau untuk serangan? Itu tidak bisa ditentukan pada titik ini," kata pejabat seperti dikutip dari Reuters, 6 Januari 2020.

    "Tapi kita memantaunya dengan cermat," tambahnya.

    Tentara Iran mengawal rangkaian pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani yang dihadiri oleh ratusan warga di Baghdad, Irak, 4 Januari 2020. Donald Trump mengatakan serangan drone Amerika yang menewaskan jenderal Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani bukan untuk memulai perang dengan Iran. REUTERS/Khalid al-Mousily

    Sementara militer AS tidak berencana melakukan serangan tambahan terhadap kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak atau lokasi lain kecuali Amerika Serikat diserang, menurut seorang pejabat AS yang secara langsung akrab dengan informasi tersebut, dikutip dari CNN.

    Ada indikasi bahwa Iran telah meningkatkan kesiapan pasukan misil balistik jarak pendek dan menengahnya di dalam Iran, kata pejabat itu sejak kematian Qasem Soleimani.

    Namun, itu tidak berarti serangan oleh Iran akan segera terjadi. AS sedang melakukan pengawasan ketat oleh satelit dan cara lain untuk menentukan seberapa cepat rudal siaga.

    "Ada pandangan yang saling bertentangan tentang apakah Iran akan segera melakukan pembalasan atau menunggu beberapa waktu, tetapi pertahanan militer AS siap," menurut pejabat itu.

    AS kemungkinan tidak akan melakukan serangan pendahuluan terhadap situs-situs rudal Iran kecuali ada bukti kuat bahwa mereka siap untuk menembak.

    Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada Sabtu bahwa Amerika Serikat melakukan "kesalahan besar" karena membunuh Soleimani. "Amerika akan menghadapi konsekuensi dari tindakan kriminal ini tidak hanya hari ini, tetapi juga di tahun-tahun mendatang," katanya.

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei diyakini akan membuat keputusan akhir untuk memerintahkan serangan potensial terhadap Amerika Serikat.

    Jika AS mendapat intelijen yang mengkonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi Iran itu telah memerintahkan serangan, itu bisa berarti Presiden Donald Trump kemudian harus memutuskan apakah ia ingin mengambil tindakan pencegahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.