Bertemu Rouhani, Anak Jenderal Soleimani Tuntut Pembalasan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran Hassan Rouhani berkunjung ke rumah keluarga jenderal Qassem Soleimani  pada Sabtu pekan lalu dan diterima dua anak perempuan jenderal yang tewas dibunuh di Baghdad, Irak, Jumat pekan lalu. [IRNA/CNN]

    Presiden Iran Hassan Rouhani berkunjung ke rumah keluarga jenderal Qassem Soleimani pada Sabtu pekan lalu dan diterima dua anak perempuan jenderal yang tewas dibunuh di Baghdad, Irak, Jumat pekan lalu. [IRNA/CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Iran Hassan Rouhani berkunjung ke rumah keluarga jenderal Qassem Soleimani untuk menyampaikan duka atas kematian orang paling berkuasa dalam pasukan elit Garda Revolusi Iran di Baghdad, Irak pada Jumat pagi pekan lalu.

    Rouhani disambut dua anak perempuan jenderal Soleimani dalam kunjungan sehari setelah kematian ayah mereka. 

    Sebagaimana dilaporkan the Sky News dan Daily Mail, dalam pertemuan itu seorang anak perempuan Soleimani bertanya kepada Rouhani: "Siapa yang akan membalas darah bapak saya?"

    Mendapat pertanyaan itu, Rouhani berujar: "Semua orang akan membalas dan kami akan, kami akan membalas darahnya, anda jangan khawatir."

    "Kejahatan oleh Amerika akan masuk dalam sejarah sebagai salah satu kejahatan tak terlupakan terhadap negara Iran," kata Rouhani.

    Menurut Rouhani, Amerika tidak menyadari kesalahan besar yang mereka telah lakukan. Amerika akan menderita tidak hanya hari ini tapi juga selama bertahun-tahun lamanya, sebagai konsekwensi dari kejahatan yang dilakukan.

    Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei Jumat malam pekan lalu berkunjung ke rumah keluarga Soleimani untuk menyatakan duka.

    Khamenei mengatakan Qassem Soleimani sebagai martir dan menyebut tindakan AS sebagai bentuk kejahatan dan mengutuk serangan udara yang menarget sang jenderal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.