Berikut Kelompok Milisi yang Siap Balas Kematian Qassem Soleimani

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran Iran meneriakkan slogan-slogan selama protes menentang pembunuhan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, kepala Pasukan elit Quds, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, yang tewas dalam serangan udara di bandara Baghdad, di depan Kantor PBB di Teheran, Iran 3 Januari 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS[

    Demonstran Iran meneriakkan slogan-slogan selama protes menentang pembunuhan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, kepala Pasukan elit Quds, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, yang tewas dalam serangan udara di bandara Baghdad, di depan Kantor PBB di Teheran, Iran 3 Januari 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS[

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika Iran berjanji untuk membalas dendam pembunuhan salah seorang komandan militer utamanya, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Iran dapat mengandalkan dukungan kelompok-kelompok yang merupakan bagian dari aliansi yang dipimpin Irab di kawasan Timur Tengah.

    Di Lebanon, Yaman, dan Jalur Gaza, kelompok-kelompok yang didukung Iran telah berperang dengan sekutu AS termasuk Arab Saudi dan Israel, sementara di Irak Amerika Serikat baru-baru ini menuduh para milisi yang didukung Iran menargetkan personel AS secara langsung.

    Susunan aliansi ini sebagian besar adalah karya Soleimani sendiri, arsitek pengaruh militer Teheran yang berkembang di Timur Tengah. Berikut kelompok-kelompok milisi pro Iran yang bisa mengancam AS, seperti dikutip dari Reuters, 4 Januari 2020.

    IRAK

    Kelompok-kelompok Syiah yang didukung Iran memperoleh kekuatan di Irak setelah invasi pimpinan AS 2003. Saat ini, mereka memiliki puluhan ribu milisi.

    Di bawah pengawasan Soleimani, mereka memainkan peran utama dalam memerangi ISIS, berperang sebagai bagian dari Hashid Shaabi.

    Kelompok terkuat yang dilatih, dilengkapi dan didanai oleh Iran, adalah Asaib Ahl al-Haq, Kataib Hezbollah, Harakat Hezbollah al-Nujaba dan Organisasi Badr.

    Beberapa kelompok Irak yang didukung Iran telah berperang di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad, sekutu Teheran lainnya.

    Kataib Hezbollah telah menjadi titik fokus dari ketegangan baru-baru ini.

    Milisi Hashd al-Shaabi (pasukan paramiliter) mencoba memasuki Kedutaan Besar AS selama protes mengutuk serangan udara di pangkalan mereka, di Baghdad, Iralk, 31 Desember 2019. [Thaier Al-sudani / Reuters]

    Militer AS pada Ahad melakukan serangan udara di pangkalan-pangkalannya, menuduh kelompok itu melakukan kampanye berkelanjutan terhadap personel AS sejak Oktober.

    Minggu ini, anggota kelompok yang didukung Iran melemparkan batu ke kedutaan AS di Baghdad.

    Pendiri Kataib Hezbollah, Jamal Jaafar Ibrahimi, yang dikenal sebagai Abu Mahdi al-Muhandis, tewas dalam serangan yang menewaskan Soleimani.

    Pemerintah Irak telah berusaha untuk mengintegrasikan organisasi paramiliter ke dalam angkatan bersenjatanya, tetapi Amerika Serikat mengatakan belum melihat tindakan yang cukup oleh Baghdad untuk menghentikan serangan terhadap pasukan AS oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran.

    LEBANON

    Hizbullah, yang berarti "Partai Tuhan", didirikan dengan bantuan dari Garda Revolusi Iran pada tahun 1982. Dalam beberapa tahun terakhir, perannya telah berkembang di luar perbatasan Lebanon karena ikut serta dalam konflik di Irak dan Suriah.

    Kelompok ini memiliki puluhan ribu milisi.

    Didirikan dengan tujuan memerangi pasukan Israel yang telah menginvasi Lebanon, Hizbullah tetap menjadi musuh bebuyutan Israel, yang melihatnya sebagai ancaman terbesar di perbatasannya.

    Amerika Serikat menganggap Hezbollah bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri yang menghancurkan markas Marinir AS di Beirut pada Oktober 1983, menewaskan 241 prajurit, dan pemboman bunuh diri pada tahun yang sama di kedutaan AS.

    Pemimpin Hezbollah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah berbicara kepada para pendukungnya melalui sebuah layar saat rapat umum yang menandai peringatan kekalahan militan di dekat perbatasan Lebanon-Suriah, di desa al-Ain, Lebanon 25 Agustus 2019. [REUTERS / Aziz Taher]

    Hizbullah telah melatih kelompok paramiliter di Suriah dan Irak dan mengilhami pasukan lain seperti Houthi, sekutu Iran yang lain.

    Kekuatan politiknya di Lebanon telah berkembang: Hizbullah dan sekutunya memenangkan mayoritas dalam pemilihan parlemen 2018 dan perannya dalam pemerintahan telah berkembang.

    Dianggap sebagai kelompok teroris oleh Washington, kelompok tersebut telah ditargetkan sebagai bagian dari kampanye AS untuk memberikan tekanan terhadap Iran, dengan sanksi baru yang dikenakan pada anggota dan pengusaha yang dituduh mendukung kelompok itu.

    YAMAN

    Gerakan Houthi yang mendukung Iran telah memerangi aliansi militer pimpinan Saudi di Yaman selama hampir lima tahun.

    Iran memperjuangkan Houthi sebagai bagian dari "poros perlawanan" regionalnya. Arab Saudi dan sekutunya menuduh Iran mempersenjatai dan melatih Houthi. Namun sejauh mana hubungan itu diperdebatkan dan Teheran membantah menyalurkan senjata ke Yaman.

    Pemberontak Syiah Houthi mengangkat senjata mereka selama unjuk rasa menentang serangan udara di Sanaa, Yaman, 26 Maret 2015. [REUTERS / Khaled Abdullah]

    Kekuatan militer Houthi termasuk rudal balistik yang telah mereka gunakan melawan Arab Saudi. Mereka menyangkal mereka adalah proksi Iran dan mengatakan mereka membuat senjata sendiri.

    Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang sementara waktu memotong lebih dari setengah produksi minyak Saudi pada September, meskipun Amerika Serikat mengatakan Iran berada di balik serangan itu.

    Houthi memiliki sekitar 180.000-200.000 milisi di bawah kendali mereka, menurut sebuah laporan Chatham House.

    HAMAS PALESTINA DAN JIHAD ISLAM

    Pasukan bersenjata sayap militer Hamas berjaga-jaga di dekat rumah keluarga Fadi al-Batsh di Jabaliya, utara Gaza, Palestina, 21 April 2018 [VALLEY MORNING STAR]

    Kelompok Islam Palestina, Hamas, yang memerintah Gaza, memiliki sayap bersenjata yang kuat berkat dukungan keuangan dan militer Iran. Para pengamat memperkirakan kelompok itu memiliki sekitar 30.000 milisi dan ribuan roket.

    Dalam pidato November, kepala Gaza Hamas Yehya Al-Sinwar memuji Iran atas peningkatan persenjataan mereka.

    Kelompok Jihad Islam yang lebih kecil dipandang oleh para analis sebagai lebih berkomitmen pada agenda resmi Iran daripada Hamas, tetapi memiliki lebih sedikit milisi dan roket.

    Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa militer Israel telah siaga tinggi, takut akan pembalasan oleh Iran atau kuasanya setelah pembunuhan Qassem Soleimani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.