Kisah Beruang Wojtek yang Ikut Bertempur Bersama Tentara Polandia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dymitr Szawlugo, seorang tentara Polandia yang membantu merawat beruang, di Italia pada akhir 1944 setelah Pertempuran Monte Cassino. [Andy Szawlugo/TIME]

    Dymitr Szawlugo, seorang tentara Polandia yang membantu merawat beruang, di Italia pada akhir 1944 setelah Pertempuran Monte Cassino. [Andy Szawlugo/TIME]

    TEMPO.CO, Jakarta - Beruang bernama Wojtek masuk dalam jajaran pasukan Polandia dan ikut bertempur dalam Perang Dunia II. 

    Wojtek, beruang cokelat dengan bobot 300 kilogram, diadopsi oleh Divisi Artileri Kompi Transportasi ke-22 di Korps ke-2 Polandia. Dia menjadi maskot tempur, sahabat, dan penyemangat pasukan selama Perang Dunia II.

    Pada tanggal 8 April 1942, beruang kecil ditemukan di pegunungan Iran, oleh sekelompok tahanan perang Polandia yang diangkut dari gulag Siberia melalui Timur Tengah ke Alexandra, Mesir. Dari sana, mereka dikirim ke Eropa untuk berperang, dan pertempuran yang paling terkenal adalah Pertempuran Monte Cassino 1944 di Italia. "Sekutu berkumpul pada tahun 1942 dan membuat perjanjian dengan Stalin di mana mereka dapat melepaskan Polandia untuk bergabung dengan pasukan Sekutu,” menurut Aileen Orr, penulis Wojtek the Bear: Polish War Hero, dikutip dari TIME, 2 Januari 2020.

    Mereka menamai beruang itu dengan Wojtek atau Voytek, yang berarti pejuang bahagia menurut bahasa Slavia kuno yang masih dipakai Polandia.

    Wojtek si beruang di Kebun Binatang Edinburgh, 1949.[Edinburgh Evening News]

    Menyusui beruang dengan susu dalam botol vodka, para prajurit memperlakukan Wojtek seperti bayi, mungkin karena keluarga mereka sendiri telah tercabik-cabik oleh perang. Lantas Wojtek tumbuh dewasa di bawah asuhan tentara.

    "Dia akan menerima rokok yang menyala, mengisap dan menelannya," kata Dymitr Szawlugo, salah seorang prajurit yang merawat beruang itu. "Dia suka minum dari botol bir, dan ketika sudah kosong, dia akan melihat melalui celah untuk melihat di mana sisa bir itu."

    Sementara di Mesir dan Timur Tengah, Wojtek membutuhkan semua cairan menyegarkan yang bisa dia temukan di panas terik. Menurut Brendan Foley, seorang penulis yang mengerjakan film yang terinspirasi oleh kehidupan beruang, Wojtek akan mengambil jeruk yang digunakan para pria untuk latihan granat. Dia belajar bagaimana masuk ke tenda pemandian dan menyalakan pancuran sendiri.

    Selama Pertempuran Monte Cassino, beruang itu terlihat di garis depan membawa apa yang dianggap sebagai amunisi untuk membantu memuat senjata. Henryk Zacharewicz, anggota lain dari Kompi Transportasi ke-22, mengatakan beruang itu benar-benar hanya membawa peti amunisi kosong dan menggunakan selongsong bekas, menurut putra Dymitr, Andy Szawlugo, yang sekarang menjadi dokter gigi di Burlington, Ontario.

    Resimen itu mengubah lambangnya menjadi gambar beruang dan amunisi. Wojtek diberi pangkat tamtama dan bahkan nomor anggota.

    Lambang Kompi Dukungan Artileri ke-22 Korps Polandia ke-2, dimaksudkan untuk menggambarkan Wojtek beruang yang membawa peluru amunisi di Pertempuran Monte Cassino. [Andy Szawlugo / TIME]

    Ketika perang berakhir, pasukan Polandia tersebar di seluruh dunia, tetapi tidak jelas di mana beruang itu akan tinggal. Pengurus beruang tidak ingin dia kembali ke Polandia karena mereka takut bahwa pemerintah yang dikuasai Soviet yang baru lahir akan mengadopsi beruang itu sebagai simbol untuk komunisme, yang merupakan kebalikan dari apa yang telah diperjuangkan pasukan Polandia, menurut Foley.

    Dia akhirnya dibawa ke Skotlandia, di sebuah desa bernama Hutton di Berwickshire, di sebuah pertanian di mana dia tinggal bersama mantan pejuang Polandia lainnya yang ditahan di sana sementara waktu setelah perang.

    Di situlah cerita menjadi pribadi untuk Orr. Kakeknya adalah seorang prajurit Skotlandia yang membantu melatih orang Polandia dari Siberia gulag ketika mereka berada di Baghdad, dan dia akhirnya menikah dengan pria yang mengelola kemah tempat mereka tinggal. Dia saat ini tinggal di pertanian itu.

    Jadi dia tumbuh dengan mendengar cerita tentang bagaimana orang-orang di kamp Skotlandia akan memberi makan beruang dengan madu dan selai, berusaha untuk bergulat dengannya, dan menendang bola sepak bersamanya.

    Beruang itu meninggal pada tahun 1963, sebagian karena kerusakan pada kerongkongannya, mungkin karena menelan rokok, kata Foley. Patung perunggu beruang Wojtek diresmikan di Edinburgh pada November 2015.

    Ludwik menghadiri pembukaan patung beruang Wojtek pada 2015 di Princes Street Gardens dengan seragam sambil memegang bendera Polandia.[Edinburgh Evening News]

    Setelah kematiannya, banyak veteran Polandia yang mengunjungi monumen Wojtek di Edinburgh, salah satunya Ludwik Jaszczur.

    Kepada Edinburgh Evening News, Ludwik menceritakan persahabatan seumur hidup dengan Wojtek, beruang yang menemaningya selama pertempuran Monte Cassino, Dia sering mengunjungi Kebun Binatang Edinburgh untuk melihat Wojtek.

    Banyak pengunjung, termasuk Ludwik, mengklaim telinga Wojtek akan berkedut mendengar bahasa Polandia. "Semua yang dia mengerti dalam bahasa Polandia," katanya.

    Patung Wojtek berada di Princes Street Gardens. Saat peresmian patung beruang Wojtek yang diselenggarakan oleh Wojtek Memorial Trust, Jaszczur hadir dengan mengenakan seragamnya dan memegang bendera Polandia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.