Ayah Berhenti Kerja Demi Membuat Kebun Binatang untuk Putrinya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guo Wenjie dan putrinya berjalan-jalan di kebun binatang pribadi mereka di Nanjing, Provinsi Jiangsu, Cina Timur. [Sina Weibo/Global Times]

    Guo Wenjie dan putrinya berjalan-jalan di kebun binatang pribadi mereka di Nanjing, Provinsi Jiangsu, Cina Timur. [Sina Weibo/Global Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ayah rela berhenti dari pekerjaannya yang mapan untuk membuka kebun binatang demi putrinya.

    Dia membuat kebun binatang pribadi di Provinsi Jiangsu, Cina timur, yang memiliki 300 hewan. Beberapa hewan yang dipelihara adalah bekas hewan yang terluka, disiksa, atau ditinggalkan pemiliknya.

    "Nama putri saya adalah 'Happy,' jadi kami menamai kebun binatang kami juga dengan nama itu," kata Guo Wenjie dalam video yang diunggah oleh Pear Video, dikutip dari Global Times, 1 Januari 2020.

    Guo mengatakan dia berhenti dari pekerjaannya di sebuah perusahaan milik negara yang telah memberikan kehidupan yang stabil dan nyaman tanpa memberi tahu istrinya.

    "Kami bahkan tidak punya uang untuk membayar biaya taman kanak-kanak putri kami," kata istri Guo dalam video itu. "Aku tidak bisa menghentikannya karena putriku juga menyukai rencananya," katanya sambil tertawa kecil.

    Video itu tidak menyebutkan bagaimana keluarga memelihara kebun binatang atau apakah kebun binatang dibuka untuk orang dengan membayar, tetapi laporan menyebut anggota keluarga lain mungkin berinvestasi di kebun binatang. Tidak disebutkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat kebun binatang.

    Video ini memperlihatkan banyak kandang dan jalur yang dibangun dengan tanda-tanda yang menunjuk ke berbagai bagian kebun binatang dan perkebunan buah.

    Sejauh ini, Guo telah mengumpulkan 30 spesies yang jarang terlihat termasuk kuda poni Shetland, seekor kambing Toggenburg, dan ayam Serama. Video itu juga memperlihatkan banyak anjing dan anak anjing, seekor babi peliharaan berbobot 100 kilogram yang ditinggalkan dan seekor rubah yang terluka.

    "Aku harap pernikahan putriku akan diadakan di kebun binatang kami. Anjing-anjing kami akan mengirimkan cincin kawinnya ke pengantin prianya," kata Guo.

    "Jika hari itu benar-benar datang, saya pikir saya akan sangat emosional," kata ayah yang mengaku kebun binatang itu dibuat karena terinspirasi kecintaan putrinya terhadap hewan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.