Kaleidoskop 2019, Xi Jinping Hadapi Gejolak Politik Hong Kong

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam bertemu Presiden Cina Xi Jinping pada April 2017. [SOUTH CHINA MORNING POST]

    Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam bertemu Presiden Cina Xi Jinping pada April 2017. [SOUTH CHINA MORNING POST]

    TEMPO.CO, Beijing - Presiden Cina, Xi Jinping, menghadapi sejumlah isu besar, yang menjadi tantangan tersendiri selama 2019.

    Isu utama adalah terjadinya gejolak politik Hong Kong, yang merupakan wilayah semi-otonom sejak dikembalikan Inggris pada 1997 ke Cina.

    Warga Hong Kong menggelar protes besar-besaran selama tujuh bulan terakhir menolak apa yang mereka sebut sebagai intervensi Cina.

    Ini terkait upaya pengesahan RUU Ekstradisi di parlemen Hong Kong. RUU itu berisi ketentuan ekstradisi bagi warga Hong Kong ke Cina jika dianggap melanggar aturan di sana.

    Meski RUU itu telah dicabut, warga terus menggelar unjuk rasa, yang kerap berakhir dengan bentrok fisik dengan polisi. Warga menuntut penerapan sistem demokrasi penuh di Hong Kong.

    Mereka juga meminta investigasi terhadap polisi yang melakukan tindak kekerasan terhadap demonstran. Di bawah Cina, Hong Kong menganut prinsip satu negara dua sistem yaitu Hong Kong berbasis demokrasi dan Cina komunisme. 

    Xi Jinping telah bertemu dengan Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, pada November 2019. Dia memberikan dukungan penuh kepada Lam untuk melanjutkan tugasnya meskipun warga mendesak Lam mundur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.