Presiden Taiwan Bacakan Surat dari Hong Kong, Pesan Anti Cina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. REUTERS/Tyrone Siu

    Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Taipei - Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, mengatakan kehidupan demokrasi di negaranya terancam risiko gangguan dari Cina.

    Dia mengatakan ini dalam debat kampanye pemilu Presiden saat menanggapi surat dari seorang pemuda di Hong Kong.

    Pemuda itu meminta agar masyarakat Taiwan tidak percaya kepada Cina yang menganut paham komunis.

    “Saya minta rakyat Taiwan agar tidak percaya komunis Cina, tidak percaya pada pejabat pro komunis dan jangan jatuh pada jebakan uang mereka,” begitu isi surat dari pemuda itu, yang dibacakan Tsai saat debat kampanye pilpres di televisi setempat seperti dilansir Channel News Asia pada Ahad, 29 Desember 2019.

    Tsai Ing-wen tidak menyebut nama si penulis surat dan kapan surat itu diterimanya.

    Tsai mengatakan sengaja membacakan surat ini untuk mengingatkan rakyat menjelang pemilu pada Januari 2020.

    Surat itu juga menyebutkan bahwa rakyat Taiwan telah melewati masa trauma dengan undang-undang darurat militer sebelum mengadopsi demokrasi. Saat ini, mereka juga menyaksikan akhir dari Hong Kong.

    Seperti dilansir Reuters, Hong Kong mengalami krisis politik terhebat sejak diserahkan Inggris ke Cina pada 1997. Masyarakat mendesak pemerintah menerapkan sistem demokrasi penuh dan menginvestigasi polisi yang melakukan kekerasan terhadap warga saat demonstrasi berlangsung. Warga menolak penerapan RUU Ekstradisi yang bisa membuat mereka diekstradisi ke Cina.

    “Pada 11 Januari 2019, suara ada di tangan kita untuk menentukan kehidupan demokrasi kita untuk berlanjut. Seluruh dunia menyaksikan apa yang akan dipilih rakyat Taiwan nanti,” kata dia.

    Cina menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memberontak. Beijing juga membuka opsi militer jika Taiwan menyatakan diri sebagai negara merdeka. Sedangkan Taiwan menyebut dirinya sebagai negara merdeka dengan nama Republik Cina.

    Cina mengatakan akan menyatukan Taiwan dan menerapkan satu negara dua sistem seperti yang diterapkan di Hong Kong dengan otonomi yang luas. Tsai berkompetisi melawan Han Kuo-yu dari Partai Kuomintang. Keduanya menolak model satu negara dua sistem itu. Namun, Han cenderung lebih dekat kepada Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.