Kaleidoskop 2019: Setahun Pembunuhan Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, tewas di bunuh tim pembunuh dari Arab Saudi yang berjumlah 15 orang. Middel East Eye

    Kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, tewas di bunuh tim pembunuh dari Arab Saudi yang berjumlah 15 orang. Middel East Eye

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2 Oktober 2018 seorang jurnalis Washington Post asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, dibunuh di Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, Turki.

    Pembunuhan ini memancing perhatian dunia karena diduga Kerajaan Arab Saudi ambil bagian dalam operasi pembunuhan.

    Setahun pasca-pembunuhan, mayat Jamal Khashoggi belum ditemukan dan kasusnya berjalan lambat.

    Menurut laporan Al Jazeera, 23 Desember 2019, pengadilan Arab Saudi memvonis mati 5 terdakwa pembunuhan. Namun, tiga tokoh penting yang salah satunya orang dekat Putra Mahkota Mohammed bin Salman, divonis bebas karena dinyatakan tidak cukup bukti.

    Dilaporkan Middle East Eye, ketiganya adalah Saud al-Qahtani, Konsul Jenderal Saudi di Istanbul Mohammed al-Otaibi, dan mantan Wakil Kepala Intelijen Saudi Ahmed al-Assiri. Saud al-Qahtani sendiri adalah penasihat utama MBS. Dia memegang urusan komunikasi Kerajaan Saudi.

    Wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi (lingkar merah), saat tiba di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018. Jurnalis pengkritik, Jamal Khashoggi, diduga tewas di dalam Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul Turki. Courtesy TRT World/Handout via Reuters

    Nama-nama para terpidana mati tidak dirilis, tetapi diyakini salah satunya termasuk agen intelijen Maher Mutreb yang sering bepergian dengan putra mahkota dalam perjalanan ke luar negeri, menurut Daily Mail.

    Pakar forensik Salah al-Tubaigy dan Fahad al-Balawi, anggota pasukan pengawal kerajaan Saudi, juga termasuk di antara para terpidana.

    Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard menemukan ada bukti yang dapat dipercaya bahwa ada keterlibatan dari pejabat tinggi Saudi, termasuk bin Salman. CIA juga menyimpulkan bahwa putra mahkota bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

    Agnes Callamard menyebut penyelidikan Arab Saudi atas pembunuhan Jamal Khashoggi hanyalah parodi semata, dikutip dari Daily Mail.

    "Parodi investigasi, penuntutan, dan keadilan terus berlanjut," tulis Callamard di Twitter pada Senin.

    Christophe Deloire dari Reporters Without Borders mengatakan, "Ketika orang Saudi menjatuhkan hukuman mati kepada lima orang atas pembunuhan Jamal Khashoggi, kami khawatir itu adalah cara untuk membungkam mereka selamanya dan untuk menyembunyikan kebenaran."

    Pada wawancara Reuters pada Selasa, 23 Desember 2019, tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, menyebut hukuman mati terhadap lima orang terkait kasus pembunuhan kekasihnya tidak adil dan tidak sah, dan eksekusi mereka akan menyembunyikan kebenaran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.