Kim Jong Un Panggil Pimpinan Militer, Bahas Amerika?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi lokasi perang gerilya Korea melawan Jepang di daerah Gunung Paektu, Ryanggang, Korea Utara, 4 Desember 2019. KCNA via REUTERS

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi lokasi perang gerilya Korea melawan Jepang di daerah Gunung Paektu, Ryanggang, Korea Utara, 4 Desember 2019. KCNA via REUTERS

    TEMPO.COSeoul – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah menggelar pertemuan lengkap dengan pimpinan militer menjelang tenggat akhir tahun negosiasi denuklirisasi dengan Amerika Serikat.

    Korea Utara berharap AS mengubah posisinya terkait pencabutan sanksi sebagai imbalan dari denuklirisasi.

    Rapat pimpinan militer ini dimulai pada Sabtu. Ada spekulasi Pyongyang menyiapkan peluncuran uji coba rudal balistik antar-benua sebagai hadiah Natal bagi Washington.

    Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melansir Kim Jong Un memimpin rapat yang membahas sikap baru anti-imperialistis yang transparan dan independen.

    “Rapat ini juga membahas rencana pembangunan pertahanan nasional,” begitu dilansir Channel News Asia, Ahad, 29 Desember 2019.

    Pembicaraan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea mengalami kebuntuan pasca pertemuan puncak Kim Jong Un dan Presiden Amerika Donald Trump di Hanoi pada Februari 2019.

    Korea Utara, seperti dilansir Reuters, menuntut pencabutan sejumlah sanksi ekonomi sebagai imbalan perlucutan senjatan nuklir yang diminta AS. Namun, AS meminta proses denuklirisasi dilakukan secara penuh sebelum dilakukan pencabutan sanksi ekonomi, yang disetujui PBB.

    Ini merupakan pertemuan Kim dengan pimpinan militer yang kedua setelah sepekan lalu dia menggelar pertemuan serupa. Saat itu, Kim membahas rencana peningkatan kemampuan militer negaranya.

    Pyongyang telah menggelar beberapa uji coba statis di fasilitas roket Sohae pada Desember ini. Korea Selatan dan Jepang menyebut Pyongyang sedang mengetes mesin roket berbasis bahan bakar solid.

    Korea Utara sebenarnya terlarang melakukan uji coba rudal itu karena terkena sanksi PBB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.